Dinas Pendidikan

Dindik Kabupaten Kediri Gelar Seni “Kentrung Kreasi” Guna Lestarikan Budaya Di Bumi Panjalu

WARTAJATIM.ID || KEDIRI – Dinas pendidikan Kabupaten Kediri menyelenggarakan Pagelaran Seni Kentrung Kreasi Modern dengan tema Kala Senja di Bumi Panjalu.acara ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional  ke-78. Acara diselenggarakan di Taman Totok Kerot, Kecamatan Pagu,kabupaten Kediri Jawa Timur pada hari Rabu (29/11/23).

Acara ini dikemas dengan balutan budaya kesenian kentrung yang konon asli jawa.Kentrung adalah kesenian asli Indonesia yang berasal dari Jawa. Kesenian Kentrung merupakan sastra tutur yang di dalamnya menggunakan cerita rakyat, instrumen dan pantun. Kentrung Kreasi yang di gelar di kala senja ini mengambil lakon “Jimat Lontar Nyi Girah”.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutanya menyampaikan ,”acara ini dilaksanakan agar bisa nguri-uri budaya salah satunya kesenian kentrung, serta menjadi wadah untuk berdiskusi terkait kebijakan pendidikan di Kabupaten Kediri serta kesejahteraan guru demi generasi muda penerus Bangsa”.

Mas Dhito,sapaan akrab Bupati Kediri juga menggelar sesi tanya-jawab dengan para guru Tapos, Paud, SD dan SMP yang  memadati area Taman Totok Kerot. Sejumlah usulan umumnya adalah permintaan kenaikan insentif. Menanggapi hal tersebut, Mas Dhito menyampaikan akan ada kenaikan insentif guru yang dilaksanakan tahun 2024. Namun demikian, Mas Dhito menyarankan terkait kenaikan insentif guru berapapun akan tidak cukup, tapi guru juga di sarankan memulai wirausaha.apapun usaha yang bisa di lakukan boleh di coba, yang penting memulai dulu.

Lebih menariknya lagi, setiap Mas Dhito memberikan pertanyaan ataupun yang memberikan usulan ataupun kritikan tak luput dari hadiah menarik yang diberikan oleh Bupati muda ini, yakni hadiah laptop, sehingga acara pembukaan gelar seni kentrung kreasi semakin meriah tanpa memikirkan hari semakin petang apalagi cuaca mendung.

Selain itu ditambahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, “Acara ini adalah kali pertama dilaksanakan dengan melibatkan guru kesenian dalam pertunjukan Kentrung, acara ini nantinya akan dilaksanakan berkelanjutan. Selain itu semoga kentrung juga menjadi salah satu daya tarik tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri”. Tutur Muhsin

Pagelaran ini, katanya, merupakan tindak lanjut dari program magang Guru Agama Hindu dan Guru Seni Budaya di Bali pada April 2023 lalu.

Sedangkan harga tiket yang dikenakan untuk melihat agenda di Taman Totok Kerot itu nantinya akan dirupakan pementasan berkelanjutan. Sehingga harapannya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Para guru juga ingin menyumbangkan PAD walaupun kecil, doa mereka dengan PAD ini kesejahteraan guru juga terangkat,” terang Muhsin.

Terlihat beberapa stand pameran UMKM Kabupaten Kediri juga turut meramaikan lokasi taman Totok Kerot dengan menjual aneka olahan makanan.

Editor: Didik

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button