BERITAINVESTIGASIPemerintahan

Lagi Lagi Masyarakat Desa Pandanan Di bodohi,Project Pengecoran Jalan Poros di Duga Project Siluman.

Wartajatim.id || Gresik – Kembali masyarakat Desa pandanan di bodohi dengan adanya pelaksanaan project pembangunan jalan rabat beton yang dilaksanakan dijalan Dusun Wates Desa Pandanan – arah Desa Kandangan Kecamatan Duduk Sampeyan diduga project Siluman. dengan Tidak adanya Papan Informasi Publik yang terpasang dilokasi Pengerjaan, serta mengabaikan transparansi informasi yang semestinya sangat penting untuk meminimalisir terjadinya kecurangan oknum kepala desa.


Kenapa kok tidak ada itikad baik dari kepala Desa Pandanan, terkait tidak adanya papan informasi pekerjaan,yang berulang kali dilakukan saat ada pembangunan di Desa pandanan, padahal itu sudah diperingatkan oleh awak media, melalui ketua BPD desa pandanan entah disampaikan atau tidak yang jelas papan informasi itu perlu buat masyarakat sekitar, umumnya masyarakat daerah Gresik.

Untuk pelaksana rabat beton tersebut diduga ada curi volume serta tidak sesuai Spek.karena menurut informasi warga sekitar pembangunan rabat beton jalan poros dusun Wates tersebut,tidak memakai besi sama sekali,serta tipe cor pun masyarakat tidak tahu.jangankan warga pak RT setempat pun tidak tahu pakai cor tipe berapa.Jum,at(15/12/2023).

Sesuai hasil pantauan Awak media Wartajatim dilokasi bahwa pengerjaan pengecoran jalan tersebut tak jelas bersumber anggaran dana dari mana APBD apa APBN atupun Bantuan Khusus kok selalu di rahasiakan dan membodoh,i masyarakat , karena dilokasi tersebut tidak ada pasang papan informasi publik yang bisa menjelaskan pengerjaan project tersebut.

Bersumber dari mana, berapa Volumenya serta berapa Anggarannya. Karena disetiap pelaksanaan pengerjaan project yang bersumber anggaran dari pemerintah wajib memasang informasi publik sesuai dengan UU KIP.

Karena masyarakat berhak mengetahui setiap pelaksanaan project atau program pemerintah lainnya.

Sesuai dengan keppres no. 80 Tahun 2003. Tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah wajib memasang papan Informasi Publik agar masyarakat mudah melakukan pengawasan terhadap project yang sedang dikerjakan tersebut.

Sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14. Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012. Dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama project,baik memuat jenis kegiatan, lokasi project dan lainya.

Dan Peraturan menteri pekerjaan umum permen PU nomor 12 tahun 2014 atau peraturan menteri pekerjaan umum nomor 12/PRT/M/2014.

Disebutkan salah satu terkait persyaratan penampilan termasuk pemasangan papan nama informasi/papan project untuk memperhatikan keamanan, keselamatan, keindahan dan keserasian lingkungan, agar masyarakat mengetahui sumber dana/anggaranya.

Besarnya anggaran yang digunakan maupun volume dari kegiatan tersebut mudah diketahui oleh masyarakat luas/umum.

Selain dari peraturan menteri pekerjaan umum (Permen PU), peraturan presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2010 dan perpres nomor 70 tahun 2012 jelas tertuang di dalamnya terkait kewajiban memasang / pemasangan papan informasi nama kegiatan / pekerjaan ataukah papan nama project tersebut.

Pemasangan papan project merupakan implementasi azas transparasi sehingga seluruh lapisan masyarakat baik lsm,media massa dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Untuk Pemasangan Semestinya dipasangkan sebelum dan saat dimulainya pekerjaan.

Rekanan atau tim pelaksana kegiatan (TPK) harusnya memasang papan informasi project agar pengawas lapangan dari instansi terkait dan juga seluruh masyarakat bisa mengetahui dan bisa memonitoring pekerjaan tersebut, jika pelaksana maupun kuasa pengguna anggaran atau pihak-pihak terkait, tidak mematuhi aturan tersebut maka Wajib dipertanyakan Ada Apa Dengan Project Tersebut..?

Kegiatan pekerjaan diduga asal-asalan dan tidak sesuai RAB yang ditentukan oleh pemerintah mengakibatkan belum 1 Minggu cor sdh berdebuh.

Kami berharap sebagai awak media Wartajatim.id, pihak berwenang harus turun tangan demi  tercapainya program pemerintah dalam membangun dari Desa.

dari pantauan awak media Wartajatim.id saat konfirmasi sama warga bahwa, pengecoran rabat beton jalan poros dusun Wates desa pandanan hanya habis sekitar 13 unit mobil molen dengan panjang sekitar 100 M x 5 M ,yang di kalkulasi warga sekitar habis 124 kibik cor kalau satu mobil molen berisi 8 kibik.tapi warga tidak tau berapa besaran anggaran tersebut.

awak media coba mengkonfirmasi pak kades Suryadi,kenapa tidak ada papan project dan pengecoranya tidak ada besinya lawat WA,hanya dijawab ya…??? ya yang bagaimana awak media wartajatim belum bisa konfirmasi secara langsung,karena lagi sibuk.dan sampai berita ini diturunkan papan nama project juga belum di pasang.cetusnya.(Swj)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button