Kediri – Wartajatim.id || Jajaran Polres Kediri Polda Jatim memanfaatkan momentum Idul Fitri 1447 H untuk mempererat komunikasi dengan kalangan budayawan dan pengelola pendidikan kebangsaan.
Hal itu terlihat dalam kegiatan sambung roso dan halal bihalal bersama keluarga Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno dan Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa di Pendopo Pondok Jati Diri Bangsa, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (31/3/2026).
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. hadir bersama Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Kediri, serta Kapolsek jajaran.
Rombongan disambut keluarga besar pengelola Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno yang dikenal sebagai salah satu titik penting sejarah perjalanan Presiden pertama RI.
Ketua Pengelola Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, R.M. W.T. Suhardono, S.E. menilai pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan lintas unsur sekaligus sarana edukasi kebangsaan bagi generasi muda.
“Kami berkomitmen menjaga situs ini sebagai ruang pembelajaran budaya dan kebangsaan. Harapannya, generasi muda bisa memahami sejarah sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme,” ujar Suhardono.
Sementara itu, Kapolres Kediri menilai Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan dan pembinaan karakter generasi muda.

“Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa menjadi wadah dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda, sehingga terbentuk karakter yang cinta tanah air dan memiliki semangat nasionalisme,” jelas AKBP Bramastyo.
Beliau juga menyebut pesantren yang diresmikan Panglima TNI pada Juli 2023 tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan kebangsaan yang menitikberatkan pada wawasan persatuan dan pembentukan karakter.
Pertemuan berlangsung dalam format dialog sambung roso, dilanjutkan halal bihalal dan peninjauan Situs Ndalem Pojok.
Silaturahmi tersebut menjadi ruang membangun komunikasi antara Kepolisian, tokoh budaya, dan pengelola pendidikan kebangsaan dalam memperkuat nilai nasionalisme, khususnya bagi generasi muda.





