Gempar! Remaja Ditemukan Gantung Diri Dalam Gudang Masjid Burengan Kota Kediri Setelah Dua Hari Tidak Pulang Ke Rumah

KEDIRI KOTA — Wartajatim.id || Peristiwa tragis menggemparkan warga di wilayah Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri,Jatim pada akhir pekan ini. terlihat sejumlah Polisi di bantu warga dikerahkan tangani jasad seorang remaja yang masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Kediri, yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri (Gandir) di dalam gudang salah satu masjid di Kelurahan Burengan Kota Kediri, pada Jumat (24/4/2026).

Peristiwa tersebut di ketahui pertama kali oleh ibu-ibu takmir Masjid yang selesai menunaikan ibadah sholat Magrib sekira pukul 18.15 WIB, Korban di ketahui sesorang laki-laki berinsial ZMA (15), Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh haru,namun dengan koordinasi yang solid antara personel dari Polsek Pesantren, warga dan tim Inafis Polres Kediri Kota jasad remaja tersebut berhasil di turunkan dengan bekas leher terlilit tali, Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) awal,sesuai prosedur jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif yang melatarbelakangi tindakan nekat remaja asal Dusun Tepus Desa sukorejo kecamatan Ngasem tersebut, berdasarkan keterangan para saksi dan bukti di lapangan,dugaan sementara karena masalah asmara karena di TKP di temukan selembar kertas bertuliskan “Surat Cinta Untuk Najwa”, Hingga berita ini di turunkan nama Najwa tersebut masih menjadi misteri dan bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Oplus_131072

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Kediri Kota AKP Cahyo Widodo, S.H., saat di konfirmasi media ini, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. Dia juga menghimbau masyarakat lebih peka terhadap kondisi mental dan beban sosial orang-orang di lingkungan sekitar.

“Kami akan melaksanakan tugas sesuai tupoksinya binmas preemtif (himbauan, sosialisasi dan penyuluhan) dengan Sasaran masyarakat yang terorganisir maupun yang bukan terorganisir,” Ujar Kasat Binmas

Lanjut Cahyo, “Pentingnya sikap kepedulian dan dukungan emosional terhadap keluarga serta orang-orang di sekitar kita dalam mencegah terjadinya tindakan fatal, seperti Bundir,”

Cahyo menambahkan, Memang sekarang ini semua serba sulit termasuk ekonomi
Tetaplah berusaha dan berdoa agar bisa menyelesaikan permasalahan dengan baik dan benar bukan melalui jalur pintas.

“Karena sesungguhnya Bundir lanjut Cahyo, bukanlah untuk menyelesaikan permasalahan tetapi malah menambah permasalahan dan hal tersebut sangat dibenci Alloh,”ungkapnya

Sementara itu Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi ,S.H.,dalam keterangan tertulisnya terkait peristiwa dugaan bunuh diri yang berada di wilayah hukum Polsek Pesantren Kelurahan Burengan menyampaikan, bahwa Layanan Polisi terbuka 24 jam , Polisi siap hadir untuk memberikan solusi atas kesulitan masyarakat,himbauan dan edukasi ke masyarakat akan terus kita laksanakan dengan meningkatkan koordinasi hingga tingkat kelurahan yang termasuk di dalamnya ada tiga pilar hingga tingkat yang paling bawah yakni RT (Rukun Tetangga).

“Melalui sinergi yang baik dengan berbagai pihak Kedepan kami berharap kejadian Bundir seperti ini tidak akan terjadi lagi, hubungan antara Polri dan masyarakat harus terus di tingkatkan agar setiap permasalahan yang ada di masyarakat dapat di musyawarahkan dengan cara duduk bersama dan mencari solusi yang terbaik, jangan memutuskan sesuatu karena emosianal karena karakter setiap orang itu berbeda-beda,” jelasnya pada Sabtu (25/4).

Ia menambahkan, Jajaran Polsek Pesantren Polres Kediri Kota berkomitmen untuk selalu hadir, melayani, dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan kepedulian sosial.

“Jangan ragu melapor kepada Polisi, di tingkat kelurahan juga ada Babinkamtibmas jika menemukan situasi yang memerlukan bantuan mediasi atau penanganan darurat segera lapor ke kami, Mari bersama – sama kita ciptakan lingkungan Kota Kediri yang aman, nyaman dan lingkungan yang saling bisa menguatkan antar sesama, ini yang penting ,”ujar Siswandi

Oplus_131072

Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di TKP serta Keterangan dari Tim Inafis Polres Kediri Kota lanjut Siswandi, Penyebab Kematian Seorang Remaja yang juga di nyatakan sempat tidak pulang 2 hari tersebut murni di duga karena bunuh diri,tidak ada tanda-tanda kekerasan benda tumpul atau kejahatan balas dendam dari orang lain.

“Dari hasil Visum juga menyatakan ini murni bunuh diri dan pihak keluarga juga sudah menerima hasil yang ada ,untuk motif pastinya apa masih perlu di dalami lebih lanjut, memang saat di lokasi kita temukan sepucuk surat bertuliskan Najwa namun begitu kita juga masih perlu melakukan pendalaman terkait surat itu apakah ada kaitannya apa tidak,” jelasnya

Dalam kesempatan yang sama,Kompol Siswandi juga berpesan kepada masyarakat akan pentingnya ilmu, adab dan etika dalam kehidupan sehari – hari, kita semua punya kemampuan dan ilmu masing-masing, sedang ilmu itu adalah titipan suci dari Allah, dan adab adalah mahkota yang membuatnya indah. Tanpa adab, ilmu kehilangan arah, tanpa amanah, ilmu kehilangan makna.

“Orang berilmu tanpa rasa tanggung jawab ibarat pedang di tangan anak kecil. Bisa melukai siapa saja, bahkan dirinya sendiri.” Itulah sebabnya di sini saya katakan peran masyarakat dan orang tua itu sangat penting dalam memahami setiap permasalahan yang ada baik di keluarga maupun di lingkungan kita, selain menggunakan otak kita juga harus memakai hati,ingat keputusan yang kita ambil karena emosi akan membawa penyesalan di kemudian hari,” tutup Kompol Siswandi Kapolsek Pesantren.(Dk)

Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

spot_img
spot_img