KEDIRI KOTA – Wartajatim.id || Menjelang dimulainya musim giling tahun 2026, jajaran PG Pesantren Baru bersama Polsek Pesantren menggelar kegiatan sosialisasi bidang lalu lintas kepada para driver angkutan tebu, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB tersebut digelar di Gedung Serbaguna PG Pesantren Baru, Jalan Mauni No. 334, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.
Sosialisasi diikuti sekitar 50 driver angkutan tebu dari wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan sekitarnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Manager Tanaman PG Pesantren Baru Candra Sukmana, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., Kanit Lantas Polsek Pesantren AKP Amir Wibowo, Panit Lantas Aiptu Sigit Wijaya, SKK Tebang Angkut PG Pesantren Baru Zainal Arif, serta para koordinator wilayah tanaman tebu.
Dalam sambutannya, Manager Tanaman PG Pesantren Baru Candra Sukmana menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda buka giling tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 24 Mei 2026.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memberikan pemahaman kepada para sopir angkutan tebu agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama proses distribusi tebu dari kebun menuju pabrik.
“Semoga kegiatan sosialisasi hari ini berjalan aman dan lancar sesuai harapan. Mari saling menjaga ketertiban dan keamanan mulai dari kebun sampai pabrik,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengajak seluruh driver angkutan tebu untuk mematuhi aturan lalu lintas sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran di jalan raya.
“Kami berharap seluruh driver angkutan tebu mematuhi peraturan lalu lintas sehingga tercipta situasi yang tertib, aman, dan lancar di jalan,” katanya.
Dalam sesi materi sosialisasi, Kanit Lantas Polsek Pesantren AKP Amir Wibowo memberikan edukasi terkait keselamatan berkendara kendaraan angkutan tebu. Ia menyebut kendaraan pengangkut tebu memiliki risiko tinggi karena dimensi kendaraan yang panjang, berat, serta muatan yang tinggi.
Menurutnya, kesalahan kecil saat berkendara dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang merugikan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
AKP Amir Wibowo juga mengingatkan para sopir untuk selalu melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat, memastikan muatan tidak melebihi kapasitas, mengikat muatan dengan aman, membawa surat kendaraan lengkap, serta menjaga kondisi fisik agar tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk.
Selain itu, para driver juga diimbau menjaga etika berlalu lintas dengan menghormati pengguna jalan lain, tidak membuang sisa tebu di jalan, serta tidak mengonsumsi alkohol maupun narkoba saat bekerja.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Keluarga menunggu di rumah, jadi pulanglah dengan selamat,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah, doa bersama, dan berlangsung dalam situasi aman serta kondusif.
Sosialisasi tersebut diketahui menjadi agenda rutin tahunan PG Pesantren Baru menjelang musim buka giling, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan disiplin para driver angkutan tebu dalam mematuhi aturan lalu lintas selama operasional berlangsung.





