Kediri – Wartajatim.id || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar acara Santunan dan Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 ,tahun ini mengambil tema “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya”. Acara yang terbuka bagi publik ini diselenggarakan di halaman belakang Pemkab Kabupaten Kediri,Pada Sabtu (4/4/2026).
Dalam acara yang di kemas di hari jadi Kabupaten Kediri ke 1222 ini di bagi dalam 2 Sesi,Sesi 1 pukul 10.30 WIB hingga 11.30 WIB dan untuk sesi yang ke 2 di mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, namun begitu Meski dengan konsep yang lebih sederhana acara tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi bersama ribuan
Organisasi Perangkat Daerah (OPD),tokoh agama, komunitas Disabilitas, karang taruna, komunitas seniman, para pelaku wisata, Budayawan, dan masyarakat umum Kabupaten Kediri, keakraban yang di balut kesederhanaan namun tetap penuh dengan sarat makna.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, menyampaikan alasan pemilihan lokasi di lingkungan Pemkab Kediri. Menurutnya, kegiatan di kantor Pemda memungkinkan masyarakat melihat kondisi Pemkab yang semakin membaik paska kerusuhan anarkis bulan Agustus 2025 lalu.
“Ya, jadi yang pertama, kenapa kami ditempatkan di kantor Pemda, supaya orang-orang yang mau bersilaturahmi bisa melihat kondisi Pemkab yang hari ini saya rasa sudah semakin baik. Dari bangunan juga sudah kembali berdiri, semangat kami terus berdiri,” terang Mas Bup.
Mas Bup menambahkan, Pelaksanaan di kantor Pemkab juga dinilai lebih efektif karena tidak mengganggu lalu lintas di Kota Kediri. Hal ini berbeda jika kegiatan dilakukan di pendopo Panjalu Jayati (Alun-Alun Kota Kediri) yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan.

“Ada beberapa hal yang kalau kami lakukan di pendopo, kami khawatir mengganggu traffic di wilayah Kota Kediri, maka kami putuskan di pemkab dan kita buat sesederhana mungkin, yang penting esensi silaturahminya antar satu dengan yang lain dan antar instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri tidak terputus,” imbuhnya.
Memasuki usia yang sangat matang, yakni 1222 tahun, Mas Dhito mengingatkan bahwa Kediri merupakan salah satu kabupaten tertua nomor tiga di Indonesia. Karenanya ia berharap stabilitas dan kerukunan di wilayahnya tetap terjaga, maka dari itu Bupati Kediri Mas Dhito juga menekankan pentingnya silaturahmi untuk mempererat hubungan antar pegawai maupun antar instansi tanpa melupakan jati diri sebagai orang Kediri.
“Saya akui bahwa dinamika dan kesalahpahaman mungkin muncul dalam rutinitas kerja sehari-hari, kita ini kan juga nggak setiap hari bisa ketemu dan kita pasti dalam pekerjaan sehari-hari punya satu dua hal yang mungkin tidak berkenan. maka Inilah momentum yang tepat untuk saling memaafkan, gitu ya,” ungkapnya.
Pada momen spesial ini, Mas Dhito bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) plus turut membagikan santunan kepada 15 anak berkebutuhan khusus. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya di usia Kabupaten Kediri yang ke-1222. Sebagai salah satu kabupaten tertua di Indonesia, ia berharap nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga.
“Harapannya Kabupaten Kediri di usia yang 1222 yaitu adalah salah satu kabupaten tertua nomor tiga di Indonesia, tetap menjadi kabupaten-kabupaten yang guyub, rukun, ayem, tentrem Gemah Ripah Loh Jinawi, ya,” tandasnya.

Di sesi akhir acara inti juga dilangsungkan prosesi arakan tumpeng hasil bumi dan gulungan prasasti diiringi pembacaan prasasti harinjing. Kemudian gulungan prasasti diserahkan ke Bupati yang dilanjutkan mengambil ujung tumpeng dan diserahkan ke Wabup sebelum ramah tamah.(Ddk)
Editor: Redaksi





