Kediri – Wartajatim.id || Seekor ular Cobra sepanjang setengah meter dan berat 7 ons tanpa perlawanan berhasil diamankan Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol saat berada di rumah Dian Ayu warga RT. 004 / RW. 016, Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri,Selasa (17/3/2026) siang.
Saat ditemukan hewan berbisa tersebut sedang berada di atap rumah. Menurut pemilik rumah saat sedang memasak di dapur, mengetahui ada ular melintas di belakang kulkas, tidak diketahui dari mana awal datang dan masuknya lewat mana ular ini , hal ini membuat keluarga khawatir kemudian pemilik rumah menghubungi ke call center Pos Damkar Grogol.
Plt.Kasat Pol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, setelah menerima laporan warga sekira pukul 14.13 WIB tentang adanya gangguan ular, petugas Damkar dari pos Grogol segera bergerak menuju lokasi dan tiba Pukul 14.49 WIB, dengan peralatan evakuasi seperti stik ular, kaca mata dan sarung tangan petugas langsung beraksi.
“ Evakuasi berlangsung singkat karena ular dapat diamankan tanpa hambatan, meskipun ular cobra ini masih tergolong anakan, gigitannya tetap berbahaya dan mematikan, meskipun volume racun yang dikeluarkan lebih sedikit dari pada ular cobra dewasa,” Terang Kaleb.
Kaleb menambahkan , “Seperti yang kita semua tahu racun ular cobra atau “bisa” berfungsi untuk melumpuhkan mangsa atau upaya perlindungan atau perlawanan bagi ular apabila merasa terancam jadi kita harus tetap waspada jika berhadapan dengan jenis ular berbisa,” katanya

Bagi warga yang mengetahui atau menemukan keberadaan hewan berbahaya seperti ular kobra harus waspada, kalau perlu bantuan silahkan lapor ke petugas damkar, kami siap melayani 24 Jam.
Menurut Kasat Pol PP masyarakat diminta tidak menangani sendiri apabila menemukan ular berbisa masuk ke rumah. Hal itu demi keselamatan karena penanganan ular membutuhkan perlengkapan pelindung dan keahlian khusus.
“Iya mohon jadi perhatian untuk seluruh masyarakat, sangat tidak dianjurkan untuk menangkap ular secara mandiri. Harus hubungi damkar atau pakai pelindung khusus dalam proses evakuasi hewan berbisa ini,” tandasnya (Dk)
Editor: Redaksi





