Kediri – Wartajatim.id || Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Sukorejo, Kecamatan Ngasem , Kabupaten Kediri, Jawa Timur, turut melestarikan budaya jawa dengan membuka ekstra karawitan guna menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai luhur kesenian tradisional budaya lokal.
Kepala SDN Sukorejo 1 Titik Kurniawati, M.Pd.,menjelaskan, dulu tim karawitan yang beragotakan para siswa pernah berjaya dan sering tampil di beberapa acara resmi yang di selenggarakan sekolah,tapi sempat vakum lama karena tidak adanya pelatih khusus yang membidangi tetang seni karawitan gamelan jawa. Di tahun 2026 ini SDN Sukorejo 1 ingin kembali membangunkan suara gamelan tersebut yang sudah lama tertidur dengan membuka kegiatan ekstrakurikuler Karawitan.
“Tahun ini saya punya keinginan kembali mengenalkan nilai nilai Luhur kebudayaaan Jawa kepada generasi muda lewat Ekstra kesenian karawitan,” ujar Titik pada Rabu (11/2/2026).

Titik menambahkan,” semua masih perlu banyak penataan karena memang sudah lama tidak di pakai alat-alat gamelan ini untuk ekstra karawitan ,mulai dari tempat yang masih perlu di tata lagi hingga kita harus mengambil pelatih dari luar yang sesuai bidangnya,” tambahnya
“Seperangkat alat gamelan Jawa ini masih bisa berfungsi dengan baik,memang semua butuh proses untuk memulainya kembali ,namun langkah saya dalam melestarikan budaya Jawa serta mengangkat Budaya lokal di SDN Sukorejo 1 akan terus kita gaungkan ke anak-anak melalui seni karawitan ini,” ungkap Titik penuh haru
Di kesempatan yang sama salah satu wali murid SDN Sukorejo 1 Trias menyambut positip dengan di adakanya kembali ekstra seni karawitan di sekolah,para wali murid berharap para siswa kembali mengenal alat-alat musik dan gending-gending Jawa sebagai warisan leluhur yang harus di lestarikan.
“Kami paguyuban wali murid SDN Sukorejo 1 sangat mengapresiasi program kepala sekolah dengan membuka ekstrakurikuler yang berbeda dari sekolah lainnya, yakni ekstra karawitan karena turut melestarikan kesenian tradisional,” kata Trias
Kami berharap sebagai bentuk dukungan dan kepedulian Sekolah, kata dia, “Nantinya mereka tim karawitan agar diberikan kesempatan tampil dalam kegiatan pertunjukan yang diagendakan sekolah ke depannya,”.
Trias juga berpesan terhadap para siswa untuk tetap disiplin berlatih dan jangan lupa belajar, karena nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang modern tapi juga tidak melupakan nilai-nilai budaya leluhur.

Lanjut Titik Kurniawati mengungkapkan ekstra karawitan ini kami tawarkan ke siswa,jadi bagi para siswa yang berkenan mau mengikuti saja yang ikut,kami tidak mewajibkan. dan ternyata mendapatkan respons positif termasuk dari wali siswa. Karena karawitan merupakan musik tradisional Indonesia yang memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi.
Untuk saat ini tercatat sudah ada 40 lebih siswa yang mengikuti ekstrakurikuler karawitan. Sedangkan jadwal latihannya setiap hari Rabu siang dari pukul 13.00 WIB hingga sore pukul 15.30 WIB.

“Banyak siswa yang berminat untuk ikut latihan ekstra karawitan ini ,meskipun belum ada satu bulan, siswa sudah mampu menyuguhkan beberap judul lagi Jawa yang sangat merdu,harapan kami semoga ekstra karawitan ini bisa kembali menumbuhkan rasa kecintaan generasi muda terhadap kesenian Jawa yang belakangan ini sudah mulai terkikis dengan musik era modern,” Pungkas Kepala SDN Sukorejo 1 Titik Kurniawati, M.Pd.
Editor: Didik






