KEDIRI – Wartajatim.id || Di tengah pengetatan pengamanan guna menjaga kondusifitas wilayah terkait pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), aksi simpatik dan sigap ditunjukkan oleh jajaran kepolisian. Anggota Polsek Tarokan, Polres Kediri Kota, Polda Jatim, membantu sebuah mobil rombongan warga PSHT asal Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, yang mengalami kebocoran ban pada Rabu (17/6/2026) dini hari sekira pukul 02.30 WIB.
Peristiwa ini menimpa mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi AG 1066 VY. Berdasarkan informasi di lapangan, mobil tersebut membawa rombongan warga PSHT yang baru saja dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara pengesahan di wilayah Ngancar.
Saat melintas di kawasan Tarokan, ban mobil tersebut tertusuk paku. Dalam kondisi ban yang mulai mengempis, pengemudi sempat memaksakan kendaraan tetap berjalan demi mencari tempat yang aman untuk berhenti. Pada saat bersamaan, personel Polsek Tarokan yang sedang bersiaga dalam tugas pengamanan jalur langsung menghampiri kendaraan tersebut.
Ban Serep Kempes, Petugas Bonceng Warga Cari Tukang Pompa
Melihat rombongan mengalami kendala, petugas kepolisian langsung turun tangan secara bahu-membahu untuk membantu mengganti ban yang bocor dengan ban serep. Namun, kendala baru muncul ketika diketahui bahwa ban serep milik kendaraan tersebut ternyata juga dalam keadaan kempes.
Menyikapi situasi darurat di dini hari tersebut, personel Polsek Tarokan dengan sigap membonceng pemilik mobil menggunakan sepeda motor dinas untuk mencari tempat pemompaan ban terdekat agar ban serep dapat digunakan dan rombongan bisa segera melanjutkan perjalanan dengan aman.
Wujud Polri yang Humanis dan Sinergi Menjaga Kamtibmas
Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tarokan, AKP Priyo Hadistyo, S.H., menegaskan bahwa tindakan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat di tengah tugas pengamanan yang ketat.
”Sesuai arahan Bapak Kapolres Kediri Kota, dalam situasi pengamanan untuk menjaga kondusifitas wilayah seperti saat ini, Polri harus tetap mengedepankan sisi humanis. Kehadiran kami di lapangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan keselamatan masyarakat. Polri ada dari rakyat, oleh rakyat, dan sepenuhnya untuk masyarakat,” tegas AKP Priyo Hadistyo, S.H.

Lebih lanjut, AKBP Anggi Saputra Ibrahim juga menegaskan bahwa Polres Kediri Kota akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi pencak silat, dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui semangat persaudaraan, komunikasi yang baik, serta kolaborasi antar seluruh komponen masyarakat.
AKP Priyo menambahkan bahwa respons cepat ini bukan hanya sekadar bantuan teknis, melainkan bagian dari implementasi arahan Kapolres untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di jalan raya pada dini hari, sekaligus memastikan rombongan dapat kembali ke daerah asal dengan selamat melalui pendekatan yang persuasif dan harmonis.
Apresiasi dari Warga PSHT
Perwakilan rombongan PSHT asal Pace mengaku sangat berterima kasih dan mengapresiasi kesigapan petugas. Mereka tidak menyangka di tengah suasana pengamanan jalur yang ketat, petugas kepolisian mau meluangkan waktu bahkan mengantarkan mereka untuk memompakan ban yang kempes.
Hingga berita ini diturunkan, situasi arus lalu lintas dan pengamanan kepulangan warga PSHT di wilayah hukum Polres Kediri Kota terpantau aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama yang baik antara aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan.












