Truk Hantam Trotoar di Depan SDN Sukorejo 1, Sigapnya Guru dan Satlantas Polres Kediri Tuai Pujian

Truk Hantam Trotoar di Depan SDN Sukorejo 1, Sigapnya Guru dan Satlantas Polres Kediri Tuai Pujian

KEDIRI – Wartajatim.id || Respon cepat dan profesional ditunjukkan jajaran Satlantas Polres Kediri saat menangani kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk bernomor polisi N 9398 EI di Jalan Umum Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Selasa (14/7/2026). Selain sigap mengevakuasi korban dengan standar prosedur yang humanis, kepolisian memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi heroik para guru SDN Sukorejo 1 yang lebih dulu memberikan pertolongan pertama kepada pengemudi truk, RD (41), yang hilang kendali akibat selip sekitar pukul 12.30 WIB.

​Kejadian bermula saat truk melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di depan SDN Sukorejo 1, kendaraan tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam trotoar dengan keras.

​Kepala Sekolah SDN Sukorejo 1, Titik Kurniawati, M.Pd., tak mampu menahan haru saat menceritakan kembali detik-detik mencekam tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penyelamatan korban dilakukan dengan sangat sigap oleh rekan-rekan gurunya. “Alhamdulillah, Pak Catur, Pak Iwan, dan Pak Abib yang mengeluarkan korban dari truk. Pak Catur bahkan berlari mengambil palu untuk memecahkan kaca depan demi menolong pengemudi,” cerita Titik dengan bangga.

Ia memanjatkan syukur tak henti-hentinya ke hadirat Allah SWT atas perlindungan luar biasa yang diberikan kepada lingkungan sekolahnya.

​”Rasa syukur kami tak putus-putusnya kepada Allah SWT karena kami masih diberikan perlindungan-Nya. Jika melihat kondisi truk yang hancur parah dan tiang lampu di depan sekolah kami sampai ambruk akibat kencangnya benturan, saya gemetar membayangkan dampaknya,” ujar Titik dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

​Ia melanjutkan dengan penuh perasaan, “Kejadian ini tepat di depan gerbang sekolah, titik yang biasanya sangat ramai dipadati wali murid yang menjemput putra-putrinya. Namun, saat kecelakaan itu terjadi, kondisi sekolah sudah sepi karena murid dan orang tua sudah beranjak pulang. Seandainya kejadian ini terjadi beberapa menit lebih awal saat trotoar masih penuh sesak, saya benar-benar tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi. Ini adalah mukjizat bagi kami semua.”

Oplus_131072

​Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., yang dikenal memiliki pemahaman mendalam akan dinamika wilayah Kediri—mengingat beliau juga pernah menjabat sebagai Kapolres Kediri Kota—turut menyoroti peristiwa ini dengan memberikan imbauan mendalam. Beliau menegaskan bahwa setiap nyawa adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya.

​”Saya sangat mengapresiasi tindakan kemanusiaan para guru di SDN Sukorejo 1. Ini adalah bentuk nyata kepedulian yang perlu kita rawat bersama. Berdasarkan pengalaman saya bertugas di wilayah Kediri, baik saat di Polres Kediri Kota maupun di Polres Kediri saat ini, saya memahami betul karakter mobilitas masyarakat kita. Saya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan: jangan pernah menyepelekan rasa lelah. Jalan raya bukan tempat untuk mempertaruhkan nyawa. Jika tubuh sudah memberikan sinyal lelah, segeralah menepi dan beristirahat. Ingat, ada keluarga yang menanti kepulangan Anda dengan selamat di rumah,” tegas AKBP Bramastyo Priaji.

​Kapolres juga menambahkan bahwa kepolisian akan terus memperkuat langkah preventif. “Kami berkomitmen penuh untuk terus hadir di tengah masyarakat. Mari kita bangun budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari kesadaran diri sendiri. Keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” imbuhnya.

​Senada dengan hal tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri, Ipda Suhendra, menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian adalah kunci utama dalam menciptakan Kamseltibcarlantas.

​”Tindakan para guru SDN Sukorejo 1 adalah cerminan semangat gotong royong yang luar biasa. Kami hadir untuk memastikan keselamatan publik tetap terjaga. Kami pastikan proses penanganan pasca-kecelakaan ini dilakukan secara transparan dan humanis, agar arus lalu lintas kembali normal dan masyarakat tetap merasa aman,” ujar Ipda Suhendra.

Ipda Suhendra,juga menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga Kamseltibcarlantas. Menanggapi insiden tersebut, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian masyarakat, khususnya para guru di lokasi kejadian.

​”Tindakan para guru SDN Sukorejo 1 adalah contoh nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat kita. Saya tegaskan, menjaga keselamatan di jalan raya adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas polisi. Jalan raya bukanlah milik pribadi, melainkan ruang berbagi. Saat kita memegang kemudi, kita memegang tanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tegas Ipda Suhendra.

​Lebih lanjut, Ipda Suhendra mengingatkan kembali agar pengguna jalan senantiasa mengutamakan kondisi fisik. “Kami memohon kepada para pengendara, jika merasa lelah, jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahatlah. Waktu yang hilang beberapa menit tidak sebanding dengan nyawa. Mari kita saling menjaga, karena setiap nyawa di jalan raya sangatlah berharga,” pungkasnya.

​Sinergi antara kesigapan para guru yang menjadi penolong pertama dan kecepatan respon Satlantas Polres Kediri dalam mengamankan TKP, berhasil meminimalisir dampak insiden tersebut sehingga situasi di kawasan Ngasem dapat segera kondusif kembali.(Dk)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *