KEDIRI – Wartajatim.id || Suasana halaman belakang Balai Desa Sambirejo pada Selasa malam (14/7/2026) terasa begitu berbeda. Tepat pukul 21.00 WIB, detak jantung ribuan warga yang memadati lokasi seolah berhenti sejenak, menyaksikan sebuah prosesi yang penuh dengan nilai spiritual dan adat yang kental. Dalam rangkaian Tasyakuran Bersih Desa di bulan Suro tahun 2026 ini, Kepala Desa Sambirejo, Moch. Maksun, melakukan penyerahan simbolis gunungan wayang kepada putra daerah kebanggaan, Ki Dalang Wawan Andriyono.
Prosesi penyerahan gunungan ini bukan sekadar seremoni pembuka, melainkan wujud penghormatan mendalam kepada para cikal bakal atau leluhur Desa Sambirejo. Di bawah temaram lampu panggung yang menyinari kelir, setiap gerakan penyerahan gunungan tersebut sarat akan doa agar desa senantiasa dijauhkan dari marabahaya dan diberikan keberkahan melimpah. Denting gamelan yang mulai ditabuh saat itu bukan lagi sekadar alunan musik, melainkan sebuah munajat yang dinaikkan ke langit, menandai dimulainya pagelaran lakon “Pandawa Syukur”.
Malam itu, dinginnya udara di Desa Sambirejo seolah luruh oleh hangatnya harmoni gending Jawa yang dilantunkan dengan syahdu oleh para sinden. Suara sinden yang melengking merdu menciptakan aura spiritual yang begitu kental. Suasana malam Suro yang biasanya hening, malam ini berubah menjadi sakral, menyentuh relung hati setiap warga yang hadir, seolah membawa mereka pada dimensi perenungan yang lebih dalam atas anugerah kehidupan.

Pagelaran ini turut dihadiri oleh Plt. Camat Gampengrejo, Hario Kuncoro Yekti, S.E., Danramil 0809/04 Gampengrejo, Kapten CBA Mulyanto, serta jajaran perangkat desa. Hadir pula Kapolsek Gampengrejo, Polres Kediri, Polda Jatim, AKP Rudi Hartono, S.H., didampingi Kanit Samapta Aiptu Joko Widodo, Kanit Intelkam Aiptu Andrianus Heri Wibowo, Bhabinkamtibmas Aiptu Irvan Hadi Susanto, S.H., serta Babinsa Serda Dwi Yudo Nugroho.

Dalam sambutannya sebelum prosesi dimulai, Kepala Desa Sambirejo, Moch. Maksun, tampak tak mampu menahan haru. “Malam ini, di bulan Suro yang penuh berkah, kita mengenang jasa para leluhur yang telah membabat alas Desa Sambirejo. Penyerahan gunungan ini adalah simbol tanggung jawab kita untuk terus menjaga amanah para pendahulu. Terima kasih kepada seluruh pihak, TNI-Polri, panitia, dan warga yang telah bahu-membahu,” tutur Moch. Maksun dengan mata berkaca-kaca.
Senada dengan Kades, Sekretaris Desa Sambirejo, Ahmad Rofii, turut menyampaikan kesan spiritual yang mendalam. Baginya, pagelaran wayang ini adalah media penyucian diri. “Melihat antusiasme warga yang begitu hening dan khidmat, saya merasakan energi spiritual yang luar biasa. Lakon ‘Pandawa Syukur’ ini adalah pengingat bagi kami di jajaran pemerintahan desa bahwa setiap jabatan adalah amanah. Malam ini, kami tidak hanya menonton wayang, tetapi sedang bermunajat agar Desa Sambirejo selalu dalam lindungan Allah SWT, semakin rukun, dan dijauhkan dari segala balak,” ungkap Ahmad Rofii dengan penuh khusyuk.
Pagelaran ini pun membawa berkah nyata bagi ekonomi lokal. Sepanjang jalan di belakang Balai Desa dipadati oleh para pedagang kecil yang laris manis diserbu warga. Ratusan penonton dari berbagai kalangan tampak khusyuk menikmati setiap sabetan wayang dan alur cerita yang dibawakan Ki Dalang Wawan Andriyono. Meski udara malam cukup dingin, warga tetap setia duduk bersimpuh, larut dalam kedamaian dan suasana magis yang jarang sekali dirasakan.

Pagelaran ini menjadi momen rekonsiliasi batin bagi warga Sambirejo untuk senantiasa rendah hati, menjaga kerukunan, dan terus bertawakal kepada Sang Khalik. Hingga larut malam, alunan gending yang sakral terus mengalun, membawa pesan kedamaian dan harapan bagi masa depan Desa Sambirejo yang lebih makmur dan sentosa serta menjadikan Sambirejo Berkah.(Dk)
Editor: Redaksi












