Belum Genap Sebulan Menjabat, AKBP Wisnu Tancapkan Komitmen Perbaiki Citra Polri dari Benteng Sisi Selatan Kediri

Belum Genap Sebulan Menjabat, AKBP Wisnu Tancapkan Komitmen Perbaiki Citra Polri dari Benteng Sisi Selatan Kediri

KEDIRI KOTA – Wartajatim.id || Belum genap satu bulan menjabat sebagai Kapolres Kediri Kota, AKBP Wisnu langsung turun ke jajaran kewilayahan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Polsek Mojo, benteng sisi selatan Kediri yang memiliki karakter wilayah luas, beragam dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung.

Kunjungan kerja yang berlangsung Kamis (20/8/2026) tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Dari Benteng Sisi Selatan Kediri, AKBP Wisnu menegaskan komitmennya untuk memperbaiki citra Polri melalui pelayanan yang lebih humanis, komunikasi terbuka, penguatan peran Bhabinkamtibmas serta sinergi dengan seluruh unsur terkait.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., serta sejumlah Pejabat Utama Polres Kediri Kota, Kapolres diterima Kapolsek Mojo IPTU Mahmud Satriawan, S.H., bersama jajaran.

Bagi AKBP Wisnu, perubahan citra kepolisian tidak cukup dibangun melalui instruksi dari tingkat pimpinan. Perubahan harus terlihat dari cara anggota hadir, berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Polsek Mojo sebagai “Benteng Sisi Selatan” memiliki posisi penting dalam menerjemahkan semangat tersebut di lapangan.

Sebutan “Benteng Sisi Selatan” bukan sekadar istilah. Polsek Mojo memiliki posisi strategis karena wilayah hukumnya berada di bagian selatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung.

Dengan cakupan 20 desa, wilayah Mojo memiliki karakter geografis yang beragam, mulai dari kawasan dataran rendah hingga wilayah pegunungan.

Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi jajaran kepolisian. Mobilitas masyarakat pada jalur Kediri–Tulungagung, kondisi geografis serta potensi bencana alam seperti tanah longsor ketika musim penghujan membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi yang kuat.

Di wilayah inilah Polsek Mojo dituntut bukan hanya menjadi penjaga keamanan, tetapi juga menjadi benteng pelayanan masyarakat di sisi selatan Kediri.

Kehadiran polisi harus mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan masyarakat memiliki akses pelayanan yang cepat, terbuka dan humanis.

Dalam arahannya, AKBP Wisnu menekankan bahwa wajah kepolisian di mata masyarakat sangat ditentukan oleh perilaku anggota ketika menjalankan tugas.

Masyarakat tidak hanya menilai polisi dari keberhasilan menjaga keamanan maupun penegakan hukum. Cara anggota menerima laporan, mendengarkan keluhan dan memberikan pelayanan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

“Kita bukan warga yang superior. Kita harus menempatkan diri sejajar, bahkan lebih rendah dari masyarakat, karena tugas kita adalah melayani masyarakat,” tegas AKBP Wisnu.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kewenangan yang dimiliki anggota Polri harus selalu diiringi tanggung jawab untuk melayani.

Bagi Polsek Mojo, pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus komitmen untuk menjadikan Benteng Sisi Selatan bukan hanya kuat dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres secara khusus menyoroti peran Bhabinkamtibmas sebagai personel yang paling dekat dengan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas adalah tulang punggung Polsek. Gambaran Polres dan Polsek di tengah masyarakat ada pada Bhabinkamtibmas. Karena itu, Bhabinkamtibmas harus didukung agar dapat menjalankan tugas dengan baik,” kata AKBP Wisnu.

Bagi wilayah Mojo yang terdiri dari 20 desa dengan karakter geografis berbeda, keberadaan Bhabinkamtibmas menjadi sangat strategis.

Mereka tidak hanya dituntut hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga harus mampu membaca dinamika masyarakat, mendengarkan keluhan warga, menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta mendeteksi potensi persoalan sejak dini.

Dengan demikian, wajah Benteng Sisi Selatan bukan hanya terlihat dari keberadaan kantor Polsek, tetapi dari kehadiran anggota yang benar-benar dirasakan masyarakat di setiap desa.

Kapolsek Mojo IPTU Mahmud Satriawan, S.H., menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya secara umum masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Secara umum situasi wilayah hukum Polsek Mojo sampai saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif. Hal tersebut tidak lepas dari kerja sama anggota, pemerintah kecamatan, Koramil, serta masyarakat,” ujar IPTU Mahmud.

Kondusivitas tersebut menjadi modal penting bagi Polsek Mojo dalam menjalankan perannya sebagai Benteng Sisi Selatan.

Namun, kondisi aman dan kondusif bukan berarti membuat jajaran lengah. Karakter wilayah yang luas dan memiliki kawasan pegunungan tetap membutuhkan kesiapsiagaan serta kemampuan merespons persoalan dengan cepat.

Dalam dialog bersama personel, jajaran Polsek Mojo turut menyampaikan sejumlah kebutuhan operasional.

Di antaranya keterbatasan kendaraan dinas untuk mendukung mobilitas anggota, khususnya dalam menjangkau wilayah dengan kondisi geografis tertentu, serta kebutuhan bahan bakar operasional Bhabinkamtibmas.

AKBP Wisnu menyampaikan bahwa kebutuhan kendaraan telah dilakukan pendataan berdasarkan karakteristik wilayah.

Pemenuhan sarana akan diupayakan secara bertahap melalui mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas.

Bagi pimpinan, dukungan terhadap personel menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Sebab, Benteng Sisi Selatan tidak akan kuat tanpa personel yang memiliki kesiapan, sarana pendukung dan kemampuan berkoordinasi.

AKBP Wisnu juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan wilayah bukan pekerjaan yang dapat dilakukan kepolisian seorang diri.

Sinergi dengan TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.

“Jangan takut untuk melaporkan setiap permasalahan kepada pimpinan. Dengan komunikasi yang baik, setiap hambatan dapat segera kita selesaikan,” ujarnya.

Bagi Mojo, sinergi tersebut menjadi semakin penting mengingat luasnya wilayah dan beragamnya karakter masyarakat.

Polsek harus mampu menjadi penghubung berbagai unsur sehingga persoalan yang muncul di masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Wisnu juga menyinggung kegiatan masyarakat, termasuk rencana karnaval di wilayah Tambi Bendo.

Ia meminta jajaran melakukan koordinasi sejak awal dengan panitia dan unsur terkait.

“Kegiatan masyarakat harus kita dukung, tetapi tetap perlu koordinasi agar aspek keamanan dan kelancaran masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian harus hadir sebagai mitra masyarakat.

Polisi tidak hanya datang ketika kegiatan berlangsung, tetapi ikut membangun komunikasi sejak tahap persiapan agar berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi.

Kunjungan AKBP Wisnu ke Polsek Mojo menjadi lebih dari sekadar kunjungan kerja.

Dari Benteng Sisi Selatan Kediri, Kapolres membawa pesan bahwa perbaikan citra Polri harus dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Tidak cukup hanya berbicara tentang profesionalisme. Profesionalisme harus terlihat dalam sikap anggota, cara berkomunikasi, kecepatan merespons laporan, kemampuan menyelesaikan persoalan dan kesediaan berkoordinasi dengan seluruh unsur.

Polsek Mojo dengan 20 desa dan karakter wilayah yang beragam memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut.

Sebagai Benteng Sisi Selatan, jajaran Polsek Mojo bukan hanya memiliki tanggung jawab menjaga wilayah dari berbagai potensi gangguan kamtibmas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah benteng bukan hanya terletak pada kokohnya bangunan, tetapi pada orang-orang yang menjaga dan merawatnya.

Begitu pula dengan Benteng Sisi Selatan Kediri.

Kekuatan Polsek Mojo tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari seberapa jauh masyarakat merasa aman, didengar, dihargai dan mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan kehadiran polisi.

Dari Mojo, pesan AKBP Wisnu menjadi jelas: citra Polri harus dibangun dari bawah, dari desa, dari setiap interaksi anggota dengan masyarakat, dan dari pelayanan yang benar-benar dirasakan warga.

Dan di sisi selatan Kediri, pesan itu menemukan tempatnya di Polsek Mojo—Benteng Sisi Selatan yang harus kuat dalam menjaga kamtibmas sekaligus humanis dalam melayani masyarakat.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *