Kediri — Wartajatim.id || Menjaga komunikasi tetap terbuka menjadi salah satu cara Polres Kediri membangun sinergi dengan perguruan pencak silat. Kali ini, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. menerima kunjungan silaturahmi Agung Hadiono, S.H., M.H dan rombongan, Kamis (27/8/2026).
Silaturahmi tersebut membahas sejumlah hal terkait pemeliharaan kamtibmas, termasuk peran pengurus perguruan dalam membina anggotanya agar memahami aturan dan mampu menyikapi persoalan secara bijak.
Kapolres mendorong komunikasi tidak berhenti di tingkat pengurus, tetapi juga diteruskan hingga jajaran ranting. Menurut Beliau, persoalan di lapangan akan lebih mudah ditangani ketika komunikasi sudah terbangun sejak awal.
“Kalau ada hambatan, segera kita selesaikan. Jangan sampai menjadi pemicu di kemudian hari,” ujar AKBP Latif.
Agung Hadiono, menyambut baik komunikasi yang dibangun Polres Kediri. Hasil pembahasan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada jajarannya untuk menyamakan pemahaman sekaligus menjaga situasi tetap kondusif, komunikasi langsung dengan kepolisian menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan yang selama ini telah terjalin.
“Ini momentum yang sangat baik untuk bisa bertemu dengan Bapak Kapolres. Kami ingin sinergi ini terus berjalan,” kata Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan penguatan konsep Sabuk Kamtibmas dengan melibatkan masyarakat dan berbagai elemen. Upaya itu diarahkan untuk memperkuat deteksi sekaligus mempercepat penanganan persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat melalui koordinasi antarpihak.
Komunikasi yang terjalin antara kepolisian dan perguruan pencak silat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga situasi Kabupaten Kediri tetap kondusif. Koordinasi yang baik turut mendukung berbagai aktivitas perguruan berjalan tertib serta menjaga hubungan antarelemen masyarakat tetap harmonis.












