Jelang Pawai Budaya Kaliboto, 29 Sound System Jadi Perhatian! Polsek Tarokan Tekankan Keamanan dan Ketertiban

Jelang Pawai Budaya Kaliboto, 29 Sound System Jadi Perhatian! Polsek Tarokan Tekankan Keamanan dan Ketertiban

KEDIRI — Wartajatim.id || Jelang pelaksanaan Pawai Budaya Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, jajaran Forkopimcam Tarokan bersama panitia penyelenggara terus mematangkan berbagai persiapan. Tak hanya soal kemeriahan acara, aspek keamanan, keselamatan peserta, pengaturan arus massa hingga potensi gangguan kamtibmas menjadi perhatian utama.

Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi Forkopimcam Tarokan bersama panitia Pawai Budaya Desa Kaliboto yang digelar di Warung 76 Al Zam Zam, Selasa (1/9/2026), mulai pukul 12.00 WIB.

Rakor tersebut digelar sebagai langkah antisipasi menjelang rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tarokan Drs. Sumarsono, M.Pd., Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., Kasubag Dalops Polres Kediri Kota AKP Ponco Saputro, Waka Polsek Tarokan IPTU Ali Susilo, Danposramil Tarokan Peltu Hary Widodo, Kaur Yanmin Satintelkam Polres Kediri Kota AIPTU Purbo, jajaran PJU Polsek Tarokan, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tarokan Siswanto, Kasi Trantib Kecamatan Tarokan Bambang, Kepala Desa Kaliboto Ropingi, Ketua Panitia Budi Aswin, perwakilan sound system, Bhabinkamtibmas Kaliboto Aipda Heri, Babinsa Kaliboto Pelda Nur Yanto, perangkat Desa Kaliboto serta panitia karnaval.

Dalam rakor, panitia memaparkan rangkaian kegiatan Pawai Budaya Desa Kaliboto. Agenda akan dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 18.00-22.00 WIB melalui kegiatan check sound Carnival Night yang berlangsung di masing-masing RT yang menyewa sound system.

Sementara pada Sabtu (5/9/2026), kegiatan diawali Karnaval Budaya pukul 07.00-14.00 WIB dengan peserta dari masing-masing RT.

Selanjutnya, Carnival Night dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB dengan rute sepanjang Desa Kaliboto. Start berada di Jalan Sekolah dan finish di Jalan Patah.

Salah satu perhatian utama dalam rakor adalah jumlah rangkaian sound system yang mencapai 29 unit. Dengan jumlah tersebut, panitia meminta dukungan pengamanan agar setiap rangkaian dapat dikawal dan kegiatan berjalan sesuai jadwal.

Panitia menyampaikan telah menyiapkan delapan titik parkir. Masing-masing titik akan dijaga lima orang panitia dan dibantu unsur keamanan.

Untuk mengantisipasi parkir liar, panitia juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sistem kartu dan stiker parkir akan diberikan pada setiap sepeda motor sebagai bagian dari upaya pengawasan dan antisipasi pencurian kendaraan bermotor.

Tarif parkir yang disiapkan panitia yakni Rp10 ribu saat check sound dan Rp20 ribu ketika pelaksanaan karnaval.

Panitia juga menyiapkan sistem pintu masuk dan keluar untuk mencegah penumpukan massa. Beberapa unit ambulans dari puskesmas dan RS Muhammadiyah turut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat medis.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan dan penekanan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., agar seluruh pihak menjadikan keamanan dan ketertiban sebagai prioritas selama kegiatan berlangsung.

Sebagai pimpinan Polsek Tarokan yang berada di wilayah benteng sisi barat wilayah hukum Polres Kediri Kota, AKP Priyo menegaskan bahwa kemeriahan kegiatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan dan tanggung jawab bersama.

“Pesan Bapak Kapolres Kediri Kota, mari kita bersama-sama menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. Kegiatan masyarakat tentu harus kita dukung, tetapi keamanan dan keselamatan seluruh peserta maupun masyarakat yang menyaksikan tetap menjadi prioritas,” ujar AKP Priyo.

Ia meminta seluruh panitia, peserta, pemilik sound system, perangkat desa dan masyarakat mematuhi aturan serta kesepakatan yang telah dibahas dalam rakor.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya dilihat dari kemeriahan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga situasi tetap aman hingga seluruh rangkaian berakhir.

“Jangan sampai kemeriahan justru menimbulkan persoalan. Mari kita jaga bersama situasi tetap kondusif, patuhi aturan yang sudah disepakati dan segera koordinasikan dengan petugas apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lapangan,” pesannya.

AKP Priyo juga menekankan pentingnya komitmen terhadap jadwal. Agenda yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB diminta benar-benar dimulai tepat waktu sehingga seluruh rangkaian dapat selesai sesuai jadwal.

Ia juga meminta panitia dan peserta mematuhi ketentuan yang tercantum dalam edaran Bupati mengenai pelaksanaan karnaval.

Selain itu, jarak maksimal antar-sound system sebesar 100 meter harus diperhatikan dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut.

“Panitia dan seluruh peserta harus memiliki komitmen terhadap waktu yang sudah disepakati. Kalau dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB, diharapkan kegiatan benar-benar dimulai sehingga dapat selesai tepat waktu,” tegasnya.

Peserta juga diminta memastikan kondisi kendaraan, perlengkapan keselamatan serta genset dalam keadaan siap sebelum digunakan.

“Keselamatan jangan sampai diabaikan. Pastikan kendaraan dan seluruh perlengkapannya dalam kondisi siap sebelum berangkat. Ikuti arahan petugas di lapangan dan jangan memaksakan apabila kondisi sudah tidak memungkinkan,” lanjutnya.

Potensi gangguan keamanan akibat konsumsi minuman keras juga menjadi perhatian dalam rakor.

Danposramil Tarokan Peltu Hary Widodo mengingatkan agar peserta tidak mengonsumsi minuman keras selama kegiatan. Ia menyebut pengalaman kegiatan karnaval sebelumnya menunjukkan adanya peserta yang mengonsumsi miras sehingga berpotensi memicu perkelahian.

“Jangan sampai ada peserta yang minum minuman keras karena bisa memicu kerawanan dan perkelahian. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Kapolsek Tarokan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membawa maupun menggunakan barang yang dapat memicu gangguan keamanan serta menghindari tindakan provokatif.

Panitia dan petugas keamanan diminta segera berkoordinasi apabila menemukan potensi gesekan maupun gangguan di lapangan.

Kasubag Dalops Polres Kediri Kota AKP Ponco Saputro menegaskan pentingnya komitmen antara panitia dan pemilik sound system untuk menjaga agar kegiatan berjalan sesuai aturan dan waktu yang telah disepakati.

Ia juga meminta panitia berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mengantisipasi penggunaan atribut perguruan silat yang berpotensi menimbulkan gesekan.

“Panitia dan pemilik sound harus sama-sama berkomitmen menjaga kegiatan agar berjalan lancar dan sesuai dengan waktu yang sudah disepakati. Koordinasi dengan petugas keamanan juga harus dilakukan apabila ditemukan potensi kerawanan,” ujarnya.

Kaur Yanmin Satintelkam Polres Kediri Kota AIPTU Eko Purbo Kurniawan mengingatkan bahwa penyelenggaraan kegiatan yang telah mendapatkan izin juga membawa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas.

Ia meminta seluruh persiapan dilakukan secara serius sejak sebelum kegiatan, saat pelaksanaan hingga seluruh rangkaian berakhir.

Menurutnya, evaluasi kegiatan sebelumnya menunjukkan bahwa pelaksanaan check sound dan kegiatan utama terkadang berbeda, terutama dari sisi durasi.

“Biasanya hasil saat check sound dan pelaksanaan tidak selalu sama, khususnya mengenai durasi waktu. Kami meminta panitia benar-benar mengelola dan mengatur rangkaian karnaval agar tetap sesuai ketentuan dan waktu yang telah disepakati,” jelasnya.

Ia juga meminta panitia segera melaporkan apabila terdapat pemilik sound system yang tidak tertib atau tidak menaati aturan yang telah disampaikan.

Kerawanan lain seperti curanmor, kecelakaan lalu lintas, miras dan atribut perguruan silat juga diminta menjadi perhatian, khususnya karena sebagian rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam hari.

“Jadikan hasil rakor ini sebagai komitmen dalam pelaksanaan kegiatan, jangan hanya menjadi formalitas. Semua pihak harus menjalankan tanggung jawabnya mulai dari persiapan sampai kegiatan benar-benar selesai,” pesannya.

Camat Tarokan Drs. Sumarsono, M.Pd., meminta seluruh panitia dan perangkat desa mempersiapkan langkah antisipasi karena kegiatan diperkirakan menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar.

Ia meminta setiap panitia memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Apa yang sudah direncanakan agar benar-benar disiapkan, terutama untuk mengantisipasi kamtibmas karena kegiatan ini mendatangkan masyarakat dalam jumlah banyak. Panitia harus mengetahui tugas pokok dan tanggung jawab masing-masing,” kata Sumarsono.

Ia menegaskan seluruh unsur pimpinan wilayah Kecamatan Tarokan menginginkan kegiatan berjalan tertib, aman dan lancar.

Sementara Kepala Desa Kaliboto Ropingi menyampaikan bahwa pihak desa dan panitia telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk berkaitan dengan adanya agenda lain yang berlangsung bersamaan saat check sound.

Untuk kegiatan pagi hari, peserta karnaval akan melibatkan anak-anak dari tingkat TK dan SD. Karena itu, aspek keselamatan anak juga menjadi perhatian.

“Kami berharap sinergi antara panitia, perangkat desa dan pihak keamanan terus dijaga untuk menciptakan kondusivitas Desa Kaliboto. Kami juga memohon pihak TNI-Polri dapat mengawal jalannya kegiatan,” ujarnya.

Pengamanan parkir juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Kapolsek Tarokan meminta pengelola parkir tidak hanya mengatur keluar-masuk kendaraan, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang dititipkan masyarakat.

“Pengelolaan parkir harus benar-benar fokus mengawasi kendaraan untuk mengantisipasi terjadinya curanmor,” kata AKP Priyo.

Masyarakat juga diimbau menggunakan area parkir yang telah disiapkan panitia dan tidak memarkir kendaraan sembarangan di sepanjang rute.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga barang berharga masing-masing, terutama ketika berada di tengah kerumunan.

Waka Polsek Tarokan IPTU Ali Susilo meminta panitia dan perangkat desa kembali menggelar koordinasi teknis pengamanan untuk memetakan titik-titik rawan sebelum pelaksanaan.

Kanit Intelkam Polsek Tarokan IPTU Dian Eko Cahyono menambahkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan sejak awal.

Pengamanan nantinya melibatkan unsur TNI-Polri, perangkat desa dan panitia yang akan ditempatkan di sejumlah titik sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum kebersamaan.

“Silakan masyarakat menikmati dan memeriahkan kegiatan ini, tetapi tetap jaga ketertiban, keselamatan dan kenyamanan bersama. Meriah boleh, tetapi jangan sampai mengorbankan keamanan. Kalau ada persoalan di lapangan, jangan mudah terpancing atau terprovokasi. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan baik,” pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pawai Budaya Desa Kaliboto diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan budaya lokal tanpa mengabaikan keamanan, keselamatan serta kenyamanan bersama.

Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, panitia, pemilik sound system dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.

Rapat koordinasi berlangsung aman dan kondusif serta ditutup dengan doa. Seluruh pihak selanjutnya diminta menjalankan hasil kesepakatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.(Dk)

(Redaksi Wartajatim.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *