KEDIRI, Wartajatim.id – Aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali memicu kebakaran rumpun bambu di RT 01/RW 03, Dusun Bendo Kidul, Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Kamis (3/9/2026).
Kebakaran yang terjadi di sekitar Pondok Darul Hikam tersebut sempat mengancam tumpukan kayu yang berada di atas bangunan pondok. Beruntung, kobaran api dapat segera ditangani petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri sebelum merembet lebih luas dan mengancam bangunan di sekitarnya.
Informasi kejadian diterima petugas dari warga bernama Hanif sekitar pukul 13.45 WIB. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 13.47 WIB dan tiba sekitar pukul 14.20 WIB.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api membesar dan merembet ke rumpun bambu.
Api kemudian sempat menjalar ke arah tumpukan kayu yang berada di atas bangunan Pondok Darul Hikam. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar kebakaran apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Petugas langsung melakukan pemadaman dan pengendalian api menggunakan satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP. Sebanyak delapan personel dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut.
Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, api berhasil dikendalikan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Luas area rumpun bambu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 25 meter persegi.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran sampah di area terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat membesar dan merembet ke material yang mudah terbakar. Keselamatan lingkungan dan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api begitu saja serta memastikan bara benar-benar padam setelah aktivitas pembakaran selesai.
“Kami mengapresiasi respons warga yang segera melaporkan kejadian sehingga petugas dapat bergerak cepat. Peran serta masyarakat dalam memberikan informasi sangat penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Laporan petugas mencatat nihil korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia.
Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan sekitar Rp1,6 juta. Di sisi lain, penanganan cepat petugas berhasil menyelamatkan aset berupa rumah yang diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp600 juta.
Kebakaran akhirnya dinyatakan berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan rangkaian pemadaman hingga proses penanganan selesai sekitar pukul 16.50 WIB.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran tidak selalu bermula dari sumber api yang besar. Aktivitas sederhana seperti membakar sampah dapat berubah menjadi situasi darurat apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan arah angin.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan api. Pembakaran sebaiknya tidak dilakukan di dekat rumpun bambu, tumpukan kayu, bangunan, lahan kering maupun material lain yang mudah terbakar.
Selain pencegahan, kecepatan dalam melaporkan kejadian juga menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kejadian di Bendo Kidul menunjukkan bahwa sinergi antara kewaspadaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Wartajatim.id — Cepat, Akurat, Berimbang.












