KEDIRI, Wartajatim.id – Kepulan asap dari bagian atas silo di area Perhutani Plywood Industri, Jalan Natuna Kapasan, Dusun Kapasan, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, memicu respons cepat petugas pemadam kebakaran pada Kamis (3/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 12.00 WIB oleh Istiadi selaku pihak yang berada di lokasi. Lima menit kemudian, tepat pukul 12.05 WIB, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.10 WIB.
Informasi awal menyebutkan, kejadian diketahui ketika seorang pekerja sedang melakukan kontrol di area silo. Pekerja tersebut melihat kepulan asap yang berasal dari bagian atas silo. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan material di dalam silo dalam kondisi membara.
Berdasarkan keterangan awal dalam laporan kejadian, kebakaran diduga berkaitan dengan mesin pemotong yang mengalami overheat sehingga menimbulkan percikan api. Kendati demikian, penyebab tersebut masih merupakan indikasi awal berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Untuk mencegah api berkembang dan menimbulkan kerusakan lebih besar, Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare mengerahkan dua unit armada dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Kedua armada tersebut yakni AG 8157 EP dan AG 8162 GP, dengan total tujuh personel. Petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus penanganan terhadap area silo yang terdampak.
Proses penanganan berlangsung sekitar pukul 12.10 WIB hingga 15.30 WIB. Setelah dilakukan pemadaman dan pemeriksaan, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan petugas, korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia tercatat nihil.
Sementara kerugian material diperkirakan sekitar Rp200 ribu. Sedangkan aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan bahwa kejadian kebakaran di lingkungan industri perlu menjadi perhatian bersama, khususnya dalam hal pengawasan terhadap mesin dan peralatan yang beroperasi secara terus-menerus.
Menurutnya, potensi kebakaran dapat diminimalkan apabila pemeriksaan dan perawatan peralatan dilakukan secara rutin serta setiap pekerja memahami langkah penanganan awal ketika menemukan tanda-tanda bahaya.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola maupun pekerja di lingkungan industri agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap mesin, instalasi listrik, serta peralatan kerja. Jangan mengabaikan tanda-tanda seperti panas berlebih, asap, bau terbakar maupun percikan api,” imbau Kaleb.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat. Apabila ditemukan indikasi kebakaran, pekerja diharapkan segera melaporkan kepada penanggung jawab dan menghubungi petugas pemadam kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Deteksi dini dan kecepatan dalam mengambil tindakan sangat penting. Jangan menunggu api membesar. Jika situasi sudah tidak memungkinkan untuk ditangani secara mandiri, segera evakuasi diri dan hubungi petugas pemadam kebakaran,” lanjutnya.
Kaleb juga mengapresiasi respons cepat petugas Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare dalam menangani kejadian tersebut sehingga api dapat dipadamkan dan tidak berkembang lebih luas.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan kesadaran bersama dari pemilik usaha, pengelola, pekerja hingga masyarakat di sekitar lokasi.
Kejadian di Perhutani Plywood Industri tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat berawal dari persoalan kecil, termasuk panas berlebih pada mesin. Karena itu, pemeriksaan rutin, perawatan peralatan, kesiapan alat pemadam, serta pemahaman terhadap prosedur keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam mencegah kejadian serupa.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, potensi kerugian yang lebih besar maupun risiko terhadap keselamatan pekerja dapat diminimalkan.
Redaksi Wartajatim.id












