Polsek Tarokan Perkuat Kesiapsiagaan Personel melalui Pelatihan PPGD, Wujudkan Pelayanan Polri yang Responsif dan Humanis

Polsek Tarokan Perkuat Kesiapsiagaan Personel melalui Pelatihan PPGD, Wujudkan Pelayanan Polri yang Responsif dan Humanis

KEDIRI, Wartajatim.id || Polsek Tarokan Polres Kediri Kota Polda Jatim terus memperkuat komitmen menghadirkan sosok Polri yang tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sigap memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi anggota Bhabinkamtibmas (BKTM) dan personel Polsek Tarokan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Tarokan, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Polsek Tarokan mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pertolongan awal kepada masyarakat sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.

Materi yang diberikan tidak sebatas teori. Para personel juga mengikuti praktik penanganan kondisi kegawatdaruratan, sehingga memiliki gambaran lebih konkret mengenai langkah yang tepat ketika berada di lokasi kecelakaan lalu lintas, kejadian kriminalitas, korban tersengat listrik maupun keadaan darurat lainnya.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Dalam peningkatan pelayanan publik, kami sangat perlu mengetahui cara-cara yang tepat dalam memberikan penanganan pertama kepada korban kecelakaan, korban kriminalitas maupun kondisi darurat lainnya. Jangan sampai kita salah dalam penanganan awal sehingga justru memperburuk kondisi korban di lapangan,” ujar AKP Priyo.

Menurutnya, anggota kepolisian yang bertugas di lapangan dapat menjadi salah satu pihak yang pertama kali berada di lokasi ketika terjadi suatu peristiwa. Karena itu, kesiapan personel tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga kemampuan memberikan respons awal secara tepat dan terukur.

“Dengan adanya pelatihan dan pembekalan ini, kami berharap dapat membantu pelaksanaan tugas kepolisian sehingga anggota mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurut arahan Kapolres yang disampaikan melalui Kapolsek, kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat merupakan bagian dari kesiapsiagaan anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bapak Kapolres menekankan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam memberikan respons awal ketika menghadapi situasi darurat di lapangan. Anggota harus mampu mengambil tindakan secara tepat, terukur dan tetap mengutamakan keselamatan korban, diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya,” kata AKP Priyo.

Ia menyampaikan, wajah Polri di tengah masyarakat tidak hanya terlihat ketika anggota melakukan patroli atau menjaga keamanan. Sikap cepat membantu warga yang berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian yang humanis.

“Prinsipnya adalah hadir, membantu dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun setiap tindakan harus dilakukan berdasarkan pengetahuan yang benar dan sesuai prosedur. Setelah pertolongan awal diberikan, korban yang membutuhkan penanganan medis harus segera mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan,” jelasnya.

Kapolres juga mendorong agar sinergitas antara kepolisian dan instansi kesehatan terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pelayanan masyarakat yang semakin cepat, tepat dan responsif.

“Pesan Bapak Kapolres, personel harus memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Kesiapsiagaan bukan hanya ketika menghadapi gangguan kamtibmas, tetapi juga ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat,” ungkap AKP Priyo.

Dalam pelatihan tersebut, tim Puskesmas Tarokan memberikan materi dasar PPGD melalui pendekatan Aman, Amati dan Ambil Tindakan.

Peserta diajarkan untuk terlebih dahulu memastikan keamanan lokasi sebelum memberikan pertolongan. Selanjutnya, kondisi korban diamati untuk mengetahui tingkat kegawatdaruratan dan tindakan yang sesuai.

Personel juga mendapatkan materi penilaian awal korban menggunakan prinsip DRABC, meliputi Danger, Response, Airway, Breathing, dan Circulation.

Pengetahuan tersebut penting agar anggota tidak gegabah ketika memberikan pertolongan. Dalam kondisi tertentu, tindakan yang tidak tepat justru berpotensi memperburuk keadaan korban.

Materi lainnya mencakup penanganan dasar terhadap henti napas dan henti jantung, luka dan perdarahan, patah tulang, cedera, tersedak, pingsan, kejang, gigitan hewan, dugaan keracunan serta luka bakar.

Personel juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang sebaiknya dihindari, seperti memberikan minuman kepada korban yang tidak sadar atau memindahkan korban trauma secara sembarangan ketika tidak ada ancaman langsung terhadap keselamatan.

Setelah menerima materi, anggota mengikuti praktik penanganan kegawatdaruratan yang dipandu petugas medis Puskesmas Tarokan.

Wakil Kepala Puskesmas Tarokan/KTU Drg. Puspa mengapresiasi inisiatif Polsek Tarokan yang menggandeng tenaga kesehatan dalam memberikan pembekalan kepada personel.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek atas sambutan yang baik. Ini merupakan ide dari Bapak Kapolsek yang sangat luar biasa dalam membangun pelayanan publik yang baik sekaligus mempererat hubungan sinergitas kepolisian dengan instansi kesehatan di wilayah Tarokan,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman mengenai pertolongan pertama dapat menjadi bekal penting bagi anggota yang berada di lapangan. Namun, penanganan tersebut tetap merupakan pertolongan awal dan bukan pengganti penanganan medis profesional.

Pelatihan tersebut diikuti sejumlah pejabat dan personel Polsek Tarokan, di antaranya Wakapolsek Tarokan IPTU Ali Susilo, Kanit Intelkam IPTU Dian Eko C., Kanit Binmas IPDA Suyono, S.H., PS Kanit Propam AIPTU Candra Herman, S.H., PS Kanit Samapta AIPTU Mekky Wekyanto, serta personel lainnya.

Dari Puskesmas Tarokan, kegiatan menghadirkan Dr. Welly dan Dr. Dini sebagai narasumber bersama tim pendukung.

Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, sambutan, penyampaian materi hingga praktik.

Pelatihan PPGD tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan Polri kepada masyarakat memiliki dimensi yang luas. Ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, polisi hadir. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan awal dalam situasi darurat, personel juga dituntut mampu memberikan respons yang tepat.

Langkah Polsek Tarokan ini sekaligus memperkuat citra Polri yang Presisi, humanis, responsif dan hadir di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan keselamatan, prosedur dan koordinasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa kemanusiaan ketika masyarakat berada dalam situasi sulit.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *