KEDIRI, Wartajatim.id – Membangun generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan taat hukum membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan Polsek Gampengrejo melalui kegiatan Police Go to School di SMP Negeri 1 Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah mulai pukul 07.00 hingga 07.45 WIB tersebut, Kapolsek Gampengrejo AKP Rudi Hartono, S.H., memberikan bimbingan dan penyuluhan (binluh) kepada para pelajar mengenai kesadaran hukum, kedisiplinan, etika pergaulan, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian untuk membangun karakter pelajar sekaligus membekali generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan pergaulan dan perkembangan teknologi secara bijaksana.
AKP Rudi Hartono menekankan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Ia mengajak para siswa untuk memiliki cita-cita, bekerja keras meraih masa depan, serta membiasakan hidup sederhana sesuai kemampuan.
“Saya berharap kalian menjadi generasi yang mempunyai cita-cita untuk sukses, bijaksana, mampu menempatkan diri dalam setiap keadaan, serta hidup sederhana sesuai kemampuan. Belajarlah untuk berhemat dan jangan mengikuti gaya hidup yang berlebihan agar kalian tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” pesannya.
Dalam penyuluhan tersebut, Kapolsek Gampengrejo juga mengingatkan para pelajar agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pertemanan. Menurutnya, pengaruh pergaulan dapat membentuk kebiasaan dan karakter seseorang sehingga setiap siswa perlu mampu membedakan ajakan yang membawa manfaat dengan perilaku yang berpotensi merugikan.
Para pelajar diimbau tidak mudah terprovokasi, ikut-ikutan, atau mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan akibatnya, terutama jika ajakan tersebut mengarah pada pelanggaran hukum.
“Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pergaulan, saya mengajak kalian untuk selalu berpikir sebelum bertindak. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan negatif maupun pengaruh teman yang dapat mengarah pada pelanggaran hukum. Pilihlah teman yang membawa pengaruh baik dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” imbaunya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian untuk menolak ajakan negatif merupakan bagian dari sikap bertanggung jawab. Pelajar juga diharapkan mampu membangun pertemanan yang sehat, saling menghormati, dan mendukung satu sama lain dalam meraih prestasi.
Perkembangan teknologi informasi turut menjadi perhatian dalam kegiatan Police Go to School. Kemudahan mengakses internet melalui telepon genggam memberikan banyak manfaat bagi pelajar, tetapi juga perlu diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakannya.
AKP Rudi Hartono mengingatkan agar teknologi dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran, memperluas wawasan, mencari informasi yang bermanfaat, dan mengembangkan kemampuan diri.
“Sekarang kita hidup di era teknologi dan informasi. Melalui HP, kita dapat memperoleh berbagai informasi dengan sangat mudah. Oleh karena itu, gunakan teknologi secara bijak untuk belajar, menambah wawasan, dan mengembangkan kemampuan, bukan untuk mengakses konten yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.
Ia berharap para siswa mampu menerapkan etika dalam menggunakan media digital, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari aktivitas daring yang dapat berdampak buruk terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
Persoalan perundungan atau bullying juga menjadi salah satu materi penting yang disampaikan Kapolsek Gampengrejo. Para siswa diingatkan bahwa tindakan mengejek, menghina, mengintimidasi, atau menyakiti teman bukanlah perilaku yang patut dibenarkan.
Perundungan dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis korban serta mengganggu proses belajar dan hubungan sosial di lingkungan sekolah. Karena itu, para pelajar diajak membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga perasaan sesama.
“Saya mengingatkan kepada seluruh siswa agar tidak melakukan bullying atau perundungan terhadap teman. Jangan menganggapnya sebagai hal sepele atau sekadar bercanda, karena dampaknya dapat sangat buruk bagi korban. Hormatilah teman, saling menghargai, dan ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta penuh rasa kekeluargaan,” tegasnya.
Kapolsek juga mengajak para siswa untuk tidak ikut-ikutan melakukan perundungan maupun membiarkan teman menjadi korban. Apabila menemukan persoalan semacam itu, pelajar diharapkan berani meminta bantuan kepada guru atau pihak sekolah agar dapat ditangani secara tepat.
Selain persoalan pergaulan dan perundungan, AKP Rudi Hartono mengingatkan pelajar agar tidak terlibat dalam aksi balap liar yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Menurutnya, keberanian bukan ditunjukkan dengan melakukan tindakan berisiko, melainkan melalui kemampuan mengendalikan diri, mematuhi aturan, dan berani menolak ajakan yang dapat membawa dampak buruk.
“Jangan sekali-kali terlibat dalam balap liar. Balap liar bukanlah ajang untuk menunjukkan keberanian, melainkan tindakan yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Patuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” imbaunya.
Melalui edukasi tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas serta tidak menjadikan jalan umum sebagai tempat untuk melakukan aktivitas yang membahayakan.
Bahaya perjudian online juga menjadi perhatian dalam penyuluhan tersebut. Kapolsek mengingatkan bahwa kemudahan akses melalui telepon genggam tidak seharusnya membuat pelajar menganggap judi online sebagai hiburan biasa atau jalan pintas untuk memperoleh uang.
Perjudian online berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, mengganggu konsentrasi belajar, dan memicu persoalan sosial maupun hukum.
“Saya mengingatkan agar kalian tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian online. Judi online dapat menyebabkan kerugian ekonomi, merusak masa depan, serta berpotensi menimbulkan masalah hukum. Gunakan waktu dan kemampuan kalian untuk kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, berorganisasi, dan mengembangkan bakat yang dimiliki,” tegas AKP Rudi Hartono.
Ia berharap para siswa dapat mengisi masa muda dengan kegiatan produktif, memperkuat kemampuan diri, serta menjadikan pendidikan sebagai salah satu bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Lebih jauh, AKP Rudi Hartono menegaskan bahwa kegiatan Police Go to School bukan sekadar penyampaian materi kamtibmas, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Menurutnya, kehadiran polisi di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang positif sehingga para siswa memahami peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat perlu diwujudkan melalui kepedulian, komunikasi yang baik, dan kerja sama dalam mencegah berbagai persoalan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar agar mereka memahami bahwa Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami mengajak adik-adik pelajar untuk tidak takut berkomunikasi dengan polisi apabila membutuhkan bantuan atau menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa upaya membentuk generasi muda yang berkualitas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri. Peran guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan teladan, pendampingan, serta pengawasan yang positif kepada anak-anak.
“Kami mengajak pihak sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membimbing dan melindungi generasi muda. Mari kita bangun komunikasi yang baik, saling peduli, dan saling mengingatkan agar anak-anak kita terhindar dari perilaku negatif. Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter dan taat hukum,” imbaunya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif, termasuk dengan mencegah perundungan, mengawasi pergaulan, serta memberikan ruang bagi pelajar untuk berkembang secara positif.
Para siswa-siswi SMP Negeri 1 Gampengrejo mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Materi yang diberikan diharapkan dapat menambah pemahaman pelajar mengenai pentingnya kesadaran hukum, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Berdasarkan laporan kegiatan Polsek Gampengrejo, pelaksanaan Police Go to School berlangsung aman dan lancar serta mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Gampengrejo berupaya memperkuat pendekatan preventif dan humanis dengan menjadikan edukasi sebagai salah satu langkah untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan terus terpelihara agar pesan-pesan kamtibmas tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan penting untuk membangun kepercayaan, memperkuat kepedulian sosial, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta kondusif.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, menghormati sesama, taat hukum, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(Dk)












