KEDIRI, Wartajatim.id – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk memantau kondisi persediaan sekaligus memastikan situasi tetap kondusif, Polsek Kandat melakukan pengecekan stok BBM di SPBU Jimbun, Desa Ringinsari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Selasa (20/10/2026).
Pengecekan yang dipimpin Kapolsek Kandat AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., mulai pukul 11.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun koordinasi dengan pengelola SPBU serta memantau kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas berkoordinasi dengan pengawas SPBU, Ali, untuk mengetahui kondisi persediaan sejumlah jenis BBM dan perkiraan ketahanan stok berdasarkan data yang tersedia.
Hasil pengecekan mencatat stok Pertalite sebanyak 28,866 kiloliter (KL), dengan perkiraan ketahanan sekitar dua hari. Sementara itu, Pertamax tersedia 20,722 KL dengan perkiraan ketahanan delapan hari, sedangkan Solar tercatat 30,323 KL dengan perkiraan ketahanan tiga hari.
Untuk jenis lainnya, Pertamina Dex tercatat sebanyak 13,391 KL dan Pertamax Turbo 12,209 KL, masing-masing diperkirakan memiliki ketahanan sekitar 30 hari. Adapun stok Dexlite dilaporkan nihil saat pengecekan berlangsung.
Angka tersebut menggambarkan kondisi persediaan pada saat pemeriksaan dan dapat berubah sesuai tingkat penjualan serta kedatangan pasokan berikutnya. Dengan demikian, perkiraan ketahanan stok tidak dapat dimaknai sebagai kepastian waktu habisnya BBM.
Dari hasil pemantauan di lokasi, tidak ditemukan antrean panjang. Situasi SPBU Jimbun terpantau aman dan terkendali, sementara aktivitas pelayanan kepada konsumen berjalan lancar.
Kapolsek Kandat AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui pemantauan situasi dan penguatan koordinasi terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
“Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi komitmen untuk hadir, membangun komunikasi, dan bekerja sama dalam menjaga situasi tetap kondusif. Melalui pengecekan ini, kami ingin mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pengelola SPBU agar setiap perkembangan dapat dikomunikasikan dengan baik,” ujar AKP Tutud Yudho Prastyawan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak mudah terpengaruh atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tertib dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Jika menemukan dugaan penyimpangan atau kendala pelayanan, silakan sampaikan melalui saluran pengaduan yang tepat agar bisa ditindaklanjuti. Keamanan dan kenyamanan lingkungan membutuhkan kepedulian serta kerja sama semua pihak,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban serta mencegah munculnya kesalahpahaman akibat informasi yang tidak akurat.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat diwujudkan melalui kehadiran langsung di lapangan, komunikasi terbuka, dan koordinasi yang mengedepankan kepentingan warga. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi mengenai kondisi pelayanan BBM secara lebih jelas dan bertanggung jawab.
Polsek Kandat akan terus memantau perkembangan situasi wilayah sesuai kewenangannya. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pelayanan yang tertib sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.(Dk)












