Free Porn
xbporn
29.4 C
Indonesia
Minggu, Juli 21, 2024

KPU Kabupaten Kediri Luncurkan Si NARA Sebagai Maskot Pilkada 2024, Siap Menjadi Singanya Jawa Timur

KEDIRI – Wartajatim.id || Bertempat di Lapangan Pemkab Kediri, KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Kediri meluncurkan Maskot dan Jingle Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2024, Jumat (28/6/2024) malam.

Acara tersebut dihadiri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kapolres, Kapolresta, Dandim 0809, Ketua DPRD, Plt Sekda, Kajari, Ketua PN, Kadiv SDM dan Litbang KPU Jatim Eka Wisnu Wardhana, Jajaran Komisioner KPU, Ketua Bawaslu, Toga, Tomas, Sekretaris kpu

Ketua KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim, sebelum menyampaikan sambutannya memperkenalkan jajaran Komisioner Baru KPU Kabupaten Kediri, yang disebut sebagai Pandowo Limo.

Pihaknya yang telah terpilih menjadi komisioner bersepakat akan mengabdikan diri sebagai bagian dari suksesi pergantian kepemimpinan Gubernur Jawa Timur dan Bupati Kediri periode 2024-2029.

“Kami berharap, kita bisa bekerjasama karena Pemilu/Pilkada bukan hanya gawe KPU dan Bawaslu Kabupaten Kediri namun Pemilu/Pilkada gawe kita bersama,” ucap Nanang Qosim.

Lima tahun kedepan, Lanjut Nanang, masa depan Jawa Timur dan Kabupaten Kediri ditentukan oleh pilihan warga Kabupaten Kediri. Tanggal 27 November 2024 bertepatan hari Rabu, untuk menggunakan hak pilihnya.

“Seluruh warga Kabupaten Kediri yang usianya 17 tahun atau sebelum 17 tahun sudah menikah maka memiliki hak untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Kediri. Dan seluruh warga Jawa Timur dari Kabupaten manapun, kalau ada di Kabupaten Kediri bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2024-2029,” imbuhnya.

Nanang juga meminta doa restu dan dukungan untuk bersama-sama mensukseskan pilkada serentak tahun 2024. “Sekali lagi saya ingatkan, satu suara kita menentukan masa depan Jatim dan Kab. Kediri. Mari kita gunakan hak pilih jangan sampai golput, karena golput sama dengan menyerahkan masa depan Kab. Kediri kepada orang lain,” pintanya.

Maskot KPU Kab. Kediri bukanlah gambar yang sederhana atau bukan hanya boneka yang main-main, tapi tercipta berdasarkan sayembara yang digelar berdasarkan FGD (forum group discussion) bersama tenaga ahli, akademisi, sejarawan, budayawan, perupa, kemudian membentuk satu tim juri untuk memutuskan Si Nara Singa salah satu legenda yang dipakai oleh Raja Jayabaya sebagai kendaraannya menjadi Maskot KPU Kab. Kediri.

Menurut penjelasan Nanang, topi yang ada di atas Singa itu adalah mahkota Raja Jayabaya. Pihaknys ingin kembali menjadikan Kediri menjadi Singa Jawa Timur, menjadi kabupaten yang makmur, adil, sejahtera bagi seluruh warga Kab. Kediri.

“Mari dengan tagline bersama kita ucapkan, Pilgub Jatim – Seneng Bareng dan Pilbup Kediri – Pilkada Jujur Kediri Makmur,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Anggota KPU Provinsi Jatim Eka Wisnu Wardana dalam sambutanya berpesan agar segenap warga kabupaten Kediri memastikan sudah di coklit agar datanya  terdaftar sebagai  pemilih di pilkada 2024 ini.

“Saya menghimbau kepada segenap warga Kabupaten Kediri karena  hari masanya  tahapan pencocokan data pemilih atau coklit, jadi di harapkan semua sudah terdaftar di daftar pemilih” Ujar  Wisnu

“Lima menit anda di TPS sangat  menentukan nasib Kabupaten Kediri dan Jawa Timur untuk 5 Tahun ke depan, ” Lanjut Wisnu

Wisnu juga mengucapkan kepada seluruh anggota Pantarlih se Kabupaten Kediri, “selamat  bekerja kepada seluruh Pantarlih, dan tetap semangat untuk memastikan segenap warga Kabupaten Kediri terdaftar sebagai pemilih, ” Ungkap Wisnu

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana  atau yang akrab di sapa Mas Bup juga berpesan di sela-sela sambutanya menyampaikan agar  pada 27 November nanti seluruh warga Kabupaten Kediri bisa datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya untuk  memilih pemimpin yang benar-benar bersih dan tidak punya rekam jejak masalah,khususnya korupsi. agar  Kabupaten Kediri bisa  bersih dari money politik. Menurut Dhito, ” Di Kabupaten Kediri tingkat toleransinya money politik masih tinggi yaitu sekitar 73%, jadi masih rawan, ” Tuturnya.

Editor: Didik

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

spot_img
spot_img