21.2 C
Indonesia
Sabtu, Februari 7, 2026

Satgas Pangan Polres Kediri Gandeng Bapanas RI Laksanakan Sidak Bahan Pokok Jelang Ramadhan

Kediri – Wartajatim.id || Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Kediri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Kediri, pada Jumat 6 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Sidak tersebut merupakan bagian dari pendampingan Satgas Pangan dalam rangka kunjungan kerja Deputi III Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI ke Kabupaten Kediri. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, serta Perum Bulog Cabang Kediri.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan, menuturkan bahwa sidak dilakukan di sejumlah titik strategis, di antaranya ke Ketua Asosiasi Cabai dan Ketua Umum Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap harga dan ketersediaan komoditas pangan.

“Dari hasil pengecekan sementara, harga bahan pokok masih relatif stabil menjelang Ramadan. Untuk saat ini tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan,” tutur AKP Joshua.

Menurut AKP Joshua, stabilitas harga ini perlu terus dijaga dan mengimbau para petani cabai melalui ketua asosiasi untuk menjual cabai dengan memprioritaskan kebutuhan pasar lokal sebelum menjualnya ke daerah luar Jawa Timur.

“Satgas Pangan akan terus melakukan mitigasi dan pengawasan secara berkala agar harga tetap stabil selama Ramadan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok pangan dalam kondisi aman,” tambahnya.

Untuk harga telur ayam ras, peternak menjual ke distributor tingkat satu (D1) dengan harga rata-rata Rp26.500 per kilogram, kemudian dari D1 ke pasar atau ritel sebesar Rp27.500 per kilogram, hingga ke konsumen akhir sekitar Rp28.000 per kilogram. Tidak adanya kenaikan harga telur dipengaruhi oleh harga bahan baku pakan yang masih stabil.

Adapun untuk komoditas cabai rawit, harga saat ini berada di kisaran Rp69.000 per kilogram. AKP Joshua menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor anomali cuaca dengan curah hujan tinggi yang terjadi pada bulan November hingga Januari. Kondisi tersebut menyebabkan banyak tanaman cabai di dataran rendah tergenang air selama lebih dari 1×24 jam sehingga mengalami kerusakan.

“Selain faktor cuaca, pada bulan Desember dan Januari juga terjadi serangan hama lalat buah serta jamur dengan tingkat serangan mencapai sekitar 35 persen. Akibatnya, produktivitas tanaman cabai menurun dan pasokan berkurang,” jelasnya.

Ia memprediksi harga cabai masih berpotensi fluktuatif hingga bulan Ramadan. Namun, pada bulan Mei dan Juni mendatang, harga cabai diperkirakan akan mengalami penurunan karena sekitar 14.000 hektare lahan cabai di wilayah Jawa Timur akan memasuki masa panen.

“Untuk cabai di dataran tinggi, waktu tanam dan panennya tidak bisa dijadwalkan secara pasti karena sangat bergantung pada kondisi cuaca,” pungkas AKP Joshua.

Dengan adanya sidak dan pengawasan intensif ini, Satgas Pangan Polres Kediri bersama Bapanas RI berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

spot_img
spot_img