KEDIRI – Wartajatim.id || Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Kediri tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi dan peningkatan gizi masyarakat.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) diversifikasi pangan hasil perikanan yang digelar di Balai Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kediri yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Dalam bimtek tersebut, warga diberikan pelatihan pengolahan ikan lele menjadi berbagai produk makanan, seperti sempol dan otak-otak.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap TMMD ke-127 yang diinisiasi oleh TNI, khususnya Kodim 0809/Kediri.
“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan gizi keluarga, terutama anak-anak,” ujar Nurhafid.
Menurut dia, ikan lele memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomis. Selama ini, lele umumnya dijual dalam kondisi segar dengan nilai jual yang terbatas.
“Jika satu kilogram lele dijual mentah, harganya relatif rendah. Namun, ketika diolah menjadi produk makanan yang menarik, nilainya bisa meningkat dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” katanya.
Kabupaten Kediri memiliki produksi ikan lele yang cukup besar, mencapai sekitar 18.000 ton per tahun atau sekitar 50 ton per hari. Oleh karena itu, diversifikasi olahan dinilai menjadi langkah strategis agar hasil perikanan tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar.
Melalui bimtek ini, warga juga diperkenalkan dengan berbagai alternatif olahan lele, seperti bakso lele, nugget lele, dan abon lele, yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan berkelanjutan.
Salah satu peserta pelatihan, Lilik Nur Hayati, warga Dusun Tondomulyo, mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan di rumah.
“Selama ini kami hanya tahu lele dijual mentah atau digoreng biasa. Dari pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolah lele menjadi sempol dan makanan lain yang disukai anak-anak. Harapannya bisa untuk tambahan penghasilan keluarga,” terang Lilik.






