KEDIRI – Wartajatim.id || Kebakaran melanda sebuah lahan kebun jati di Dusun Puhsarang, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri pada Sabtu (20/6/2026) malam. Berkat kesigapan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri, amukan si jago merah berhasil diredam sebelum melalap kandang ternak warga yang berada di dekat lokasi.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh personel Damkar Pos Grogol pada pukul 18.26 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 18.30 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 18.55 WIB.
Insiden bermula saat seorang warga yang hendak memeriksa hewan ternaknya di kawasan perkebunan jati dikejutkan oleh kobaran api. Api terlihat berkobar tepat di sebelah kandang dan mulai membakar semak belukar di sekitar lahan jati tersebut.
Melihat situasi yang membahayakan, pemilik ternak langsung meminta bantuan kepada pos pemadam kebakaran. Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi, sehingga menjalar ke area lahan jati yang kering.
Proses pemadaman dipimpin langsung di bawah koordinasi Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri. Satu unit armada dari Pos Ngadiluwih dikerahkan bersama 5 personel ke lokasi kejadian. Setelah berjuang selama sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.35 WIB sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Data Dampak Peristiwa:
Korban Jiwa/Luka: Nihil (Tidak ada korban)
Kerugian Materiil: Rp 0,-
Aset yang Diselamatkan: Senilai ± Rp 60.000.000,- (berupa satu unit kandang sapi beserta dua ekor sapi di dalamnya).
Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (22/6/2026), Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memberikan apresiasi atas respons cepat tim di lapangan yang berhasil menyelamatkan aset berharga milik warga.
”Kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa ini. Yang terpenting, intervensi cepat dari personel Pos Ngadiluwih berhasil menyelamatkan kandang beserta dua ekor sapi senilai puluhan juta rupiah yang posisinya sangat dekat dengan titik api. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu hadir cepat demi melindungi warga,” ujar Kaleb.
Kaleb juga menambahkan narasi mengenai pentingnya deteksi dini dan kerja sama antar-pos Damkar. Menurutnya, sinergi laporan dari Pos Grogol ke Pos Ngadiluwih membuktikan bahwa sistem koordinasi internal berjalan dengan sangat baik di lapangan.
”Kecepatan penanganan ini tidak lepas dari rantai informasi yang solid. Begitu laporan masuk, anggota langsung bergerak tanpa menunda, karena dalam situasi kebakaran, hitungan menit sangat menentukan nasib harta benda warga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kaleb mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kediri agar lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola lingkungan, terutama terkait kebiasaan membakar sampah.
”Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan, apalagi ditinggalkan tanpa pengawasan di dekat lahan kering atau perkebunan. Saat ini kondisi cuaca dan angin bisa membuat api kecil merembet dengan sangat cepat dan memicu kebakaran besar yang membahayakan pemukiman serta harta benda. Jika terpaksa melakukan pembakaran untuk pembersihan lahan, pastikan ditunggu sampai benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” tegasnya menutup pembicaraan.(Dk)












