KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp123 Juta untuk Disabilitas, Pendidikan, dan Pelestarian Budaya

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp123 Juta untuk Disabilitas, Pendidikan, dan Pelestarian Budaya

MADIUN – Wartajatim.id || PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang tidak hanya menghadirkan layanan transportasi, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial masyarakat. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bina Lingkungan, KAI Daop 7 Madiun menyalurkan bantuan senilai Rp123.126.000 untuk mendukung pembangunan fasilitas penyandang disabilitas, peningkatan mutu pendidikan, serta pelestarian seni dan budaya lokal.

Bantuan tersebut disalurkan kepada empat penerima manfaat di wilayah kerja Daop 7 Madiun sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Rincian bantuan yang diberikan meliputi pembangunan Asrama Panti Asuhan Disabilitas di Jalan Raya Dungus No. 309, Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun melalui program KAI PLING (Pengembangan Sarana dan Prasarana Umum) sebesar Rp49.200.000.

Selanjutnya, KAI juga memberikan bantuan alat kesenian Reog Ponorogo kepada sanggar seni di Jalan Sri Kaloko No. 7, Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun senilai Rp25.700.000 sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya yang menjadi identitas bangsa.

Di bidang olahraga tradisional, KAI Daop 7 Madiun menyalurkan bantuan pengadaan dan pembaruan alat peraga pencak silat sebesar Rp13.200.000 guna mendukung pembinaan serta pelestarian seni bela diri warisan budaya Indonesia.

Sementara itu, melalui program KAI Edufriend, perusahaan juga mengalokasikan bantuan sebesar Rp35.026.000 untuk perbaikan bangunan TK Klagenserut di Desa Klagenserut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Bantuan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak usia dini.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa program TJSL merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional kereta api.

“Program TJSL ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 7 Madiun dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami berkomitmen tidak hanya berfokus pada operasional dan pelayanan bisnis kereta api, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Tohari.

Menurutnya, pembangunan sarana bagi penyandang disabilitas, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga dukungan terhadap kesenian Reog Ponorogo dan pencak silat merupakan wujud kepedulian KAI dalam memperkuat nilai-nilai sosial, pendidikan, dan budaya di tengah masyarakat.

Tohari menambahkan, hingga Semester I Tahun 2026, KAI Daop 7 Madiun telah menyalurkan dana TJSL dengan total mencapai Rp461.771.000 kepada berbagai sektor di wilayah operasionalnya. Bantuan tersebut mencakup bidang pendidikan, sarana umum, sosial kemasyarakatan, hingga pelestarian budaya.

Melalui program TJSL yang dilaksanakan secara berkesinambungan, KAI Daop 7 Madiun berharap dapat terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup warga, memperkuat akses pendidikan, memberikan perhatian kepada kelompok rentan, serta menjaga kelestarian budaya bangsa sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran KAI tidak hanya diukur dari pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan nilai sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *