Detik-Detik Menegangkan: Lansia Linglung Lupa Matikan Tungku, Rumah Warga Kediri Hangus Saat Pemilik Terlelap

Detik-Detik Menegangkan: Lansia Linglung Lupa Matikan Tungku, Rumah Warga Kediri Hangus Saat Pemilik Terlelap

​KEDIRI – Wartajatim.id || Keheningan dini hari di Dusun Turus, Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Senin (6/7/2026). Sebuah kebakaran hebat melanda rumah milik seorang warga bernama Mutofiah sekitar pukul 01.00 WIB. Amukan si jago merah yang menghanguskan bangunan di tengah warga yang sedang terlelap tidur ini, diduga kuat dipicu oleh kelalaian akibat kondisi sang orang tua yang sudah linglung.


​Peristiwa mencekam ini bermula ketika sebagian besar warga sudah beristirahat. Tanpa disadari, orang tua pemilik rumah yang kondisinya sudah linglung, sempat menyalakan kayu bakar di dapur untuk memasak. Celakanya, sisa bara api yang menyala ditinggalkan begitu saja tanpa diawasi.

​Api yang awalnya kecil dengan cepat menyambar tumpukan kayu kering di sekitarnya. Dalam hitungan menit, hawa panas dan asap pekat mulai mengepung bangunan. Beruntung, beberapa warga dan perangkat desa, termasuk Bpk. Budi, menyadari adanya kobaran api yang mulai membubung tinggi ke langit malam. Dengan sigap, ia langsung menghubungi Tim Pemadam Kebakaran pada pukul 00.59 WIB.

​Luas area yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 14 Ru (\pm 196 meter persegi). Angin malam yang berembus membuat api sempat mengamuk liar dan mengancam pemukiman padat di sekitarnya.


​Mendapat laporan darurat di jam rawan, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol langsung memacu armada mereka membelah kesunyian malam. Menggunakan dua unit armada berkapasitas 5.000 liter (nopol AG 8156 EP dan AG 8157 EP), petugas tiba di lokasi dalam waktu 13 menit.

​Melihat kobaran api yang sudah telanjur membesar dan berpotensi merembet luas, suasana di lokasi sempat tegang. Warga bahu-membahu mencoba menyiramkan air seadanya sebelum bantuan tiba. Tak lama, 1 unit armada pemadam dari Kota Kediri turut diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pasukan.

​Total 10 personel gabungan harus berjibaku melawan pekatnya asap dan runtuhan bangunan di tengah kegelapan malam. Setelah perjuangan melelahkan selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.40 WIB.


​Meskipun rumah beserta isinya luluh lantak hingga menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp500.000.000, ada sebuah keajaiban besar yang patut disyukuri. Di tengah situasi yang sangat berisiko tersebut, seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi tepat waktu.

​Korban Jiwa: Nihil

Luka Berat/Ringan: Nihil

​Berkat kesigapan petugas di lapangan, aset senilai kurang lebih Rp300.000.000 juga berhasil diselamatkan dari jilatan api.


​Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memberikan apresiasi tinggi kepada tim gabungan dan warga yang bergerak cepat sehingga tragedi yang lebih besar bisa dihindari.

​”Petugas di lapangan sudah berupaya maksimal melakukan pemadaman dan lokalisir area agar api tidak merembet ke pemukiman sekitar. Alhamdulillah, respons cepat anggota dan bantuan dari Damkar Kota Kediri membuat aset senilai ratusan juta rupiah masih bisa diselamatkan, dan yang paling penting tidak ada korban jiwa,” ujar Kaleb dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

​Menyikapi penyebab kebakaran yang melibatkan lansia, Kaleb memberikan imbauan menyentuh sekaligus tegas kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri.

​”Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk selalu memeriksa kembali kondisi dapur, kompor, ataupun tungku kayu bakar sebelum ditinggal tidur atau bepergian. Pastikan api benar-benar sudah padam. Selain itu, mohon berikan pengawasan ekstra serta kasih sayang lebih kepada anggota keluarga kita yang sudah lanjut usia atau linglung. Jangan biarkan mereka beraktivitas di area dapur tanpa pendampingan, demi keselamatan bersama,” tegas Kaleb.

​Laporan penanganan kebakaran ini juga telah diteruskan secara resmi kepada Bupati Kediri, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri sebagai bahan evaluasi dan langkah penanganan jaring pengaman sosial lebih lanjut bagi keluarga korban.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *