Bangun Jejaring Lintas Elemen, Kapolres Kediri Sambangi TNI, Ulama hingga Ketua PN

Bangun Jejaring Lintas Elemen, Kapolres Kediri Sambangi TNI, Ulama hingga Ketua PN

Kediri — Wartajatim.id || Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan memperkuat barisan internal. Komunikasi dengan TNI, tokoh agama dan unsur penegak hukum juga menjadi bagian penting untuk membaca persoalan di masyarakat dari berbagai sisi.

Hal itu dilakukan Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. pada awal masa tugasnya. Senin (10/8/2026), Beliau menjalani rangkaian silaturahmi dengan empat unsur strategis di wilayah Kediri.

Didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., AKBP Latif mengawali agenda dengan menemui Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P. di Makodim 0809/Kediri.

Komunikasi kemudian berlanjut ke lingkungan pesantren. Kapolres Kediri bersilaturahmi dengan KH. Anwar Manshur, Pengasuh Utama Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus PWNU Jawa Timur, serta KH. Anwar Iskandar selaku Ketua Umum MUI. Rangkaian tersebut ditutup dengan kunjungan ke Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, S.H., M.H.

Empat pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda perkenalan. Pembicaraan berkembang pada dinamika masyarakat, keamanan, kerukunan, hingga pentingnya menjaga jalur koordinasi antarlembaga. Para pihak yang ditemui juga melihat komunikasi langsung sebagai modal penting untuk menjaga sinergi, terutama ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

“Kami ingin komunikasi dengan semua unsur ini berjalan baik. Karena kalau sudah saling kenal dan komunikasinya terbuka, ketika ada persoalan kita lebih mudah mencari jalan keluarnya,” ujar AKBP Latif.

Dari sisi tokoh agama, peran ulama dan pesantren menjadi salah satu kekuatan sosial dalam menjaga kerukunan. Sementara soliditas TNI-Polri dan hubungan dengan lembaga penegak hukum menjadi bagian lain yang tak kalah penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

AKBP Latif menilai pola komunikasi tersebut perlu dibangun sejak situasi masih kondusif, bukan baru dilakukan ketika persoalan sudah muncul.

“Yang paling penting jangan sampai kita baru berkoordinasi setelah ada masalah. Komunikasinya harus sudah terbangun dari awal,” kata Beliau.

Rangkaian silaturahmi itu sekaligus menjadi langkah AKBP Latif mengenali lebih dekat lingkungan kerja barunya. Jejaring yang dibangun sejak awal ini diharapkan menjadi ruang koordinasi yang nyata ketika Kediri menghadapi berbagai dinamika ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *