Siswa SDN Wonorejo 3 Puncu Belajar Hadapi Kebakaran, Damkar Pos Pare Kenalkan Cara Aman Tangani LPG Bocor

Siswa SDN Wonorejo 3 Puncu Belajar Hadapi Kebakaran, Damkar Pos Pare Kenalkan Cara Aman Tangani LPG Bocor

KEDIRI,Wartajatim.id || Puluhan siswa SDN Wonorejo 3 Puncu mendapat pengalaman berbeda pada Senin (28/9/2026). Sebanyak 75 siswa bersama wali murid dan delapan guru mengikuti edukasi bahaya kebakaran yang digelar di Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare, Kabupaten Kediri.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB tersebut tidak hanya diisi dengan penjelasan mengenai tugas dan fungsi petugas pemadam kebakaran. Para siswa juga diajak mengenal berbagai peralatan pemadaman serta mendapatkan pembelajaran praktis mengenai langkah awal menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan petugas. Edukasi dikemas secara sederhana agar mudah dipahami anak-anak, sekaligus memberikan pemahaman bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.

Salah satu materi yang diberikan adalah cara meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran ketika terjadi keadaan darurat. Para peserta juga dikenalkan dengan peralatan yang digunakan petugas saat menjalankan tugas di lapangan.

Tidak berhenti pada teori, petugas kemudian memberikan praktik penanganan kebocoran gas LPG. Materi tersebut menjadi penting karena kebocoran gas dapat menimbulkan risiko kebakaran apabila tidak ditangani dengan benar.

Para siswa juga diperkenalkan dengan metode pemadaman tradisional menggunakan karung goni. Melalui praktik tersebut, peserta mendapat gambaran mengenai tindakan yang dapat dilakukan secara tepat dalam kondisi tertentu, tentunya dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan edukasi kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya kebakaran.

“Edukasi seperti ini sangat penting karena anak-anak perlu mengenal bahaya kebakaran sejak dini. Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui tugas pemadam kebakaran, tetapi juga memahami bagaimana mencegah kebakaran dan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Kaleb.

Menurutnya, kegiatan edukasi juga menjadi sarana untuk mendekatkan petugas pemadam kebakaran dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kaleb mengapresiasi antusiasme para siswa, guru, dan wali murid yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami mengapresiasi antusiasme siswa, guru, dan wali murid. Pengetahuan tentang keselamatan kebakaran diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi juga dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan keluarga,” katanya.

Kegiatan kunjungan dari SDN Wonorejo 3 Puncu tersebut berlangsung lancar. Peserta mengikuti rangkaian edukasi dan praktik hingga selesai dalam suasana tertib dan penuh antusias.

Melalui kegiatan semacam ini, Damkar Kabupaten Kediri tidak hanya hadir ketika api sudah membesar. Edukasi dan pencegahan menjadi bagian penting dari upaya menekan risiko kebakaran sekaligus membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat sejak usia dini.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *