Lupa Matikan Tungku, Rumah Warga Kayen Kidul Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp70 Juta

Lupa Matikan Tungku, Rumah Warga Kayen Kidul Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp70 Juta

KEDIRI – Wartajatim.id || Sebuah rumah warga di RT 02/RW 03, Dusun Jambu, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, terbakar pada Senin (17/8/2026) pagi. Kebakaran tersebut diduga dipicu tungku kompor yang masih menyala saat pemilik rumah meninggalkan kediamannya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp70 juta, sementara aset senilai sekitar Rp5 juta dilaporkan berhasil diselamatkan.

Berdasarkan laporan Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri, kejadian diketahui sekitar pukul 08.27 WIB. Setelah menerima laporan, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak pada pukul 08.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB.

Sebanyak tujuh personel dikerahkan dengan menggunakan dua unit armada Damkar berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk melakukan penanganan.

Dari informasi awal yang diterima petugas, api diduga bermula ketika pemilik rumah sedang memasak menggunakan tungku kompor. Pemilik kemudian meninggalkan rumah dan diduga lupa mematikan tungku tersebut.

Api selanjutnya membesar dan membakar bangunan rumah. Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.

Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Proses pemadaman dan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 10.10 WIB.

Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah.

Ia menekankan pentingnya memastikan kompor, tungku, peralatan listrik, maupun sumber api lainnya benar-benar dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Kaleb juga mengajak masyarakat menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat bahwa keselamatan keluarga harus menjadi prioritas.

“Keselamatan keluarga adalah yang utama. Harta benda masih bisa dicari kembali, tetapi keselamatan dan nyawa tidak ternilai harganya,” pesan Kaleb dalam imbauannya.

Ia berharap masyarakat tidak menganggap sepele api, meskipun terlihat kecil. Menurutnya, kelalaian sesaat dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Kaleb juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya kebakaran dan tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri.

“Jangan pernah meremehkan api sekecil apa pun. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan kompor, tungku, listrik, dan sumber api lainnya sudah benar-benar aman. Mari saling mengingatkan demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Peristiwa kebakaran di Dusun Jambu menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di rumah.

Kebiasaan sederhana seperti memeriksa kembali kondisi kompor dan tungku sebelum meninggalkan rumah dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Masyarakat juga diimbau tidak panik ketika terjadi kebakaran dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas. Jangan sampai kelalaian sesaat berubah menjadi kerugian besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *