Api Pembakaran Sisa Daun Tebu Mendadak Merembet, Lahan di Plosokidul Kediri Terbakar Dekat Sekolah Rakyat

Api Pembakaran Sisa Daun Tebu Mendadak Merembet, Lahan di Plosokidul Kediri Terbakar Dekat Sekolah Rakyat

KEDIRI — Wartajatim.id || Aktivitas pembakaran sisa daun tebu kering berujung petaka. Api yang awalnya digunakan untuk membakar sisa tanaman tiba-tiba merembet setelah angin bertiup kencang hingga membakar lahan tebu di Dusun Plosokidul, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Rabu (2/9/2026).

Kebakaran tersebut sempat mengkhawatirkan lantaran lokasi lahan yang terbakar berada tidak jauh dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri. Beruntung, kobaran api berhasil ditangani petugas sebelum merembet dan mengenai bangunan sekolah.

Informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 09.17 WIB. Laporan tersebut disampaikan oleh Zheri Subaktiar yang kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran untuk segera mendapatkan penanganan.

Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare bergerak menuju lokasi pada pukul 09.21 WIB dan tiba sekitar pukul 09.55 WIB. Petugas langsung melakukan penanganan untuk melokalisasi titik api sekaligus mencegah kobaran meluas ke area lain.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran bermula ketika pekerja melakukan pembakaran terhadap sisa daun tebu kering. Saat proses tersebut berlangsung, angin tiba-tiba bertiup cukup kencang sehingga api diduga merembet ke lahan tebu yang berada di sekitarnya.

Situasi menjadi perhatian karena area yang terbakar berada dekat dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri. Namun, berkat respons cepat petugas, api tidak sampai merembet ke bangunan sekolah.

Untuk mempercepat proses pemadaman, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada, masing-masing dari Pos Pare dan Pos Grogol. Armada Pos Pare berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8157 EP, sedangkan armada Pos Grogol juga berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP.

Sebanyak 10 personel diterjunkan dalam proses pemadaman. Petugas melakukan penyemprotan hingga pendinginan di area yang terbakar untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB. Setelah dilakukan penanganan secara menyeluruh, api akhirnya berhasil dipadamkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp56 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp168 juta.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan petugas, korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan korban meninggal dunia juga nihil.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sisa tanaman, terutama ketika kondisi lahan kering dan angin bertiup kencang.

Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merembet apabila tidak diawasi secara ketat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para petani dan pekerja di lahan, agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sisa tanaman. Jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala dan pastikan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” ujar Kaleb.

Ia juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan sekitar sebelum melakukan pembakaran. Jika angin bertiup kencang dan kondisi lahan sangat kering, aktivitas pembakaran sebaiknya dihindari untuk mencegah api sulit dikendalikan.

“Jangan sampai karena ingin membersihkan sisa tanaman justru menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan membahayakan lahan maupun fasilitas di sekitarnya. Terlebih apabila lokasi pembakaran berdekatan dengan bangunan, sekolah, permukiman atau fasilitas umum,” tegasnya.

Kaleb menambahkan, pencegahan kebakaran membutuhkan kepedulian dan kewaspadaan bersama. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan api yang mulai membesar atau berpotensi menyebar.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Keselamatan harus menjadi prioritas. Jika api mulai tidak terkendali, jangan mengambil risiko dan segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” pungkasnya.

Peristiwa kebakaran lahan di Plosokidul ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sisa tanaman yang tidak diawasi dapat berkembang menjadi kebakaran dalam waktu singkat. Terlebih, faktor angin dan kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api.

Kesigapan petugas Damkar Kabupaten Kediri dalam merespons laporan menjadi salah satu faktor penting sehingga kobaran api dapat dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri.

Masyarakat diimbau selalu mengutamakan keselamatan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan.

Redaksi: Wartajatim.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *