KEDIRI – Wartajatim.id || Niat memangkas pohon di halaman rumah justru membuat warga Dusun Bobosan, Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular berukuran sekitar 2,5 meter di antara ranting pohon, Rabu (2/9/2026) sore.
Ular tersebut ditemukan ketika pemilik rumah, Imam Kusnadi, sedang memangkas pohon di halaman depan rumah. Menyadari keberadaan ular dan khawatir keselamatan dirinya maupun anggota keluarga terancam, Imam memilih tidak mengambil risiko dan segera meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri.
Laporan tersebut langsung mendapat respons dari Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare. Petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 15.45 WIB dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.
Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penanganan secara hati-hati. Ular yang berada di ranting pohon dievakuasi menggunakan sarung tangan dan karung, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan petugas maupun warga di sekitar lokasi.
Proses evakuasi berlangsung sekitar delapan menit, mulai pukul 16.01 WIB hingga 16.09 WIB. Setelah melalui penanganan petugas, ular akhirnya berhasil dievakuasi dengan aman dan lancar sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Berdasarkan keterangan petugas, ular tersebut merupakan ular kayu atau koros, dengan panjang kurang lebih 2,5 meter, berat sekitar 3 kilogram, serta diameter sekitar 3,5 sentimeter.
Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban. Laporan mencatat tidak ada korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengapresiasi respons cepat personel Damkar Pos Pare yang segera bergerak setelah menerima laporan warga.
Menurutnya, kehadiran petugas dalam situasi seperti ini menjadi bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengapresiasi respons cepat dan kesiapsiagaan personel Damkar Kabupaten Kediri dalam membantu masyarakat. Penanganan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti SOP. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang cepat, aman dan humanis kepada masyarakat,” ujar Kaleb dalam draft pernyataan yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah ketika menemukan ular, terutama ular berukuran besar atau berada di tempat yang sulit dijangkau.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mengambil risiko dengan mencoba menangkap atau mengevakuasi ular sendiri. Jaga jarak, amankan lingkungan sekitar dan segera hubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan peralatan dan prosedur yang tepat,” pesannya.
Kejadian di Dusun Bobosan kembali memperlihatkan bahwa keberadaan Damkar di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi kebakaran.
Dalam kondisi tertentu, petugas juga hadir membantu proses evakuasi hewan yang berpotensi membahayakan warga. Kecepatan merespons laporan menjadi salah satu faktor penting agar situasi dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih serius.
Bagi masyarakat, kemunculan ular di sekitar rumah menjadi pengingat untuk selalu berhati-hati ketika membersihkan halaman, memangkas pohon maupun memindahkan benda di area yang jarang diperiksa.
Jika menemukan ular, warga disarankan tidak melakukan tindakan berisiko. Menjauh dari lokasi dan meminta bantuan petugas merupakan pilihan yang lebih aman.
Delapan menit proses evakuasi, satu ular besar berhasil diamankan, dan yang paling penting tidak ada korban. Respons cepat petugas menjadi bukti bahwa ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Damkar hadir memberikan pelayanan.(Dk)












