KEDIRI – Wartajatim.id || Kebakaran melanda lahan milik PT Angkasa Pura di wilayah RT 03/RW 03, Dusun Selang, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Rabu (9/9/2026). Kobaran api yang cepat merembet membakar lahan sekitar 2 hektare, memaksa petugas gabungan berjibaku selama lebih dari lima jam untuk memastikan api benar-benar padam.
Kondisi lahan yang dipenuhi dedaunan dan ranting kering menjadi bahan bakar yang membuat kobaran api mudah menjalar. Situasi semakin menantang karena angin kencang di kawasan terbuka sekitar Bandara Dhoho turut mempercepat pergerakan api.
Berdasarkan laporan awal yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang yang tengah melakukan aktivitas memanen mangga di sekitar lokasi. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran tetap menjadi kewenangan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 09.34 WIB. Hanya berselang tiga menit, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol bergerak menuju lokasi pada pukul 09.37 WIB dan tiba sekitar pukul 09.45 WIB.
Begitu tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan terhadap titik api. Mengingat luasnya area yang terbakar serta kondisi angin, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel dari berbagai unsur.
Sedikitnya satu unit armada Damkar Pos Pare, dua unit armada Damkar Pos Grogol, satu unit armada Damkar Kota Kediri serta dua unit armada pengisian air dari PT Gudang Garam dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman.
Tidak hanya mengandalkan armada pemadam, petugas bersama warga juga melakukan penanganan secara manual menggunakan alat gepyok. Upaya tersebut dilakukan untuk menjangkau bagian-bagian lahan yang sulit diakses kendaraan sekaligus mencegah api kembali menjalar.
Dalam penanganan tersebut, sekitar 30 orang terlibat, terdiri dari unsur Damkar, Polri, TNI, BPBD Kabupaten Kediri, warga serta unsur pendukung lainnya.
Perjuangan petugas tidak berhenti setelah kobaran utama berhasil dikendalikan. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi kembali membesar, terutama di tengah kondisi lahan kering dan angin yang masih menjadi tantangan.
Setelah melalui proses pemadaman dan penyisiran, api akhirnya berhasil dipadamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 14.50 WIB.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Laporan penanganan juga mencatat kerugian material maupun nilai aset yang terselamatkan nihil.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas kecil yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terlebih di kawasan yang banyak terdapat rumput kering, dedaunan dan ranting. Warga juga diimbau menghindari pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api tanpa pengawasan.
Menurutnya, kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat ketika bertemu material kering dan hembusan angin. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan lahan kering. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” pesan Kaleb.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari petugas Damkar, Polri, TNI, BPBD, masyarakat hingga pihak yang memberikan dukungan pengisian air.
Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan kerja bersama dalam menghadapi kebakaran, terutama ketika api berada di lahan terbuka dengan kondisi yang memungkinkan kobaran cepat meluas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa satu sumber api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila berada di lingkungan yang dipenuhi material mudah terbakar. Kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Wartajatim.id – Cepat, Akurat, Berimbang.












