KEDIRI, Wartajatim.id || Jajaran Polsek Tarokan Polres Kediri Kota melakukan langkah antisipatif dengan melaksanakan penyekatan di jalur utama Kediri–Nganjuk, tepatnya di kawasan perbatasan Kediri-Nganjuk, Senin (21/9/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan rombongan massa perguruan silat PSHT Parluh 16 yang diinformasikan menuju wilayah Kota Madiun.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di jalur Kediri–Nganjuk tetap berjalan aman serta tertib.
Sejumlah personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakapolsek Tarokan IPTU Ali Susilo, Kanit Intel Polsek Tarokan IPTU Dian Eko, PS. Kanit Provost Polsek Tarokan AIPTU Candra Hermawan, S.H., beserta personel Polsek Tarokan.
Pengamanan juga melibatkan Kanit Pamobvit Samapta Polres Kediri Kota AIPTU Bambang Rahmadi bersama enam personel.
Selain melakukan pemantauan di kawasan perbatasan, personel Samapta bersama Bigbone Polsek Tarokan juga melaksanakan pengawalan terhadap rombongan yang bergerak kembali dari wilayah Nganjuk menuju Kota Kediri.
Rombongan bus pesilat dari Kediri yang hendak menuju Madiun tersebut di hentikan di perbatasan Kediri-Nganjuk dan selanjutnya di dikawal hingga kawasan Perempatan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dengan menggunakan dua unit bus, yakni AG 7574 US milik Fabian Anugrah Trans dan B 7215 UGA milik KhaFitra Jaya.
Pengawalan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan perjalanan rombongan berlangsung tertib sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun gangguan terhadap kelancaran lalu lintas.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan penyekatan dan pengawalan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian.
Menurutnya, kehadiran personel di lapangan bukan semata-mata untuk melakukan penyekatan, tetapi juga untuk memastikan setiap pergerakan massa dapat berlangsung secara aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.
“Polri hadir untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Setiap langkah yang dilakukan di lapangan mengedepankan upaya pencegahan, komunikasi, serta pelayanan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku,” demikian penjelasan Kapolsek Tarokan yang disampaikan dalam konteks pelaksanaan kegiatan tersebut.
AKP Priyo menambahkan, personel di lapangan juga diarahkan untuk mengedepankan sikap humanis dan profesional. Pengamanan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas, termasuk pengguna jalan yang melintas di jalur Kediri–Nganjuk.
Langkah antisipasi tersebut, lanjutnya, penting dilakukan untuk mencegah munculnya potensi gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Yang paling utama adalah bagaimana situasi tetap aman, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman, dan seluruh pihak dapat menjaga ketertiban bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan,” jelasnya.
Kepolisian juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi. Apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan, personel akan melakukan langkah sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Hingga kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, situasi di lokasi pengamanan dilaporkan dalam keadaan kondusif.
Polsek Tarokan memastikan kesiapsiagaan personel akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah, terutama pada jalur yang menjadi akses mobilitas masyarakat antarwilayah.
Melalui pendekatan preventif, humanis, dan profesional, kepolisian berharap seluruh rangkaian aktivitas masyarakat dapat berlangsung aman tanpa mengganggu ketertiban umum.(Dk)












