Damkar Kabupaten Kediri Berikan Edukasi Penanggulangan Kebakaran kepada 50 Siswa TK Kusuma Mulia Kopen

Bukan Sekadar Bermain, 50 Siswa TK di Kediri Belajar Hadapi Kebocoran LPG dan Kebakaran

KEDIRI, Wartajatim.id – Suasana berbeda terlihat di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Grogol, Kabupaten Kediri, Kamis (24/9/2026). Puluhan anak usia dini yang biasanya belajar di ruang kelas, kali ini diajak mengenal bahaya kebakaran sekaligus belajar bagaimana menghadapi kondisi darurat.

Sebanyak 50 siswa TK Kusuma Mulia Kopen, Kecamatan Banyakan, bersama 10 guru mengikuti sosialisasi penanggulangan kebakaran yang digelar mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan teori. Para siswa diajak melihat langsung simulasi dan praktik penanganan kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran, termasuk kebocoran LPG dan cara pemadaman api menggunakan karung goni.

Dengan metode edukasi dan praktik, petugas memberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya kebakaran sejak dini. Para peserta juga dikenalkan dengan langkah yang perlu diperhatikan ketika menghadapi situasi darurat.

Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah praktik penanganan kebocoran LPG. Melalui simulasi tersebut, siswa dan guru diperkenalkan mengenai potensi bahaya gas serta pentingnya mengambil tindakan secara tepat dan mengutamakan keselamatan.

Petugas kemudian memberikan praktik pemadaman menggunakan karung goni. Simulasi tersebut menjadi pengalaman langsung bagi peserta untuk mengenal salah satu cara sederhana dalam penanganan api pada kondisi tertentu.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menegaskan bahwa edukasi mengenai pencegahan kebakaran perlu dikenalkan kepada masyarakat sejak usia dini.

«“Sosialisasi seperti ini penting untuk mengenalkan sejak dini mengenai bahaya kebakaran dan bagaimana cara menyikapinya dengan tepat. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar mengenali situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Kaleb.»

Menurut Kaleb, pengetahuan mengenai keselamatan kebakaran tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi. Anak-anak diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan keluarga sehingga kewaspadaan terhadap potensi kebakaran semakin meningkat.

«“Yang paling utama adalah pencegahan dan kewaspadaan. Ketika menghadapi keadaan darurat, jangan panik dan segera meminta bantuan kepada petugas apabila situasinya tidak dapat ditangani sendiri,” imbuhnya.»

Sementara itu, selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan petugas. Kehadiran mereka di Pos Damkar Grogol sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat tugas petugas pemadam kebakaran.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Pencegahan Kebakaran tersebut berlangsung lancar dan tertib hingga selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

Edukasi seperti ini menjadi salah satu upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Terlebih, pemahaman mengenai keselamatan dapat diperkenalkan sejak anak-anak agar mereka mengetahui bahwa api, gas LPG, dan sumber panas lainnya harus diperlakukan dengan kewaspadaan.

Melalui kegiatan tersebut, pesan yang disampaikan sederhana: mengenali bahaya sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *