KEDIRI,Wartajatim.id || Kebakaran terjadi di area rumpun bambu milik Muhammad Nurhadi di RT 03/RW 05, Dusun Pugeran, Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Rabu (23/9/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut dilaporkan setelah pemilik lahan meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 23.51 WIB.
Berdasarkan laporan penanganan petugas, api diduga bermula dari pembakaran sisa pakan sapi yang kemudian merambat ke area rumpun bambu. Api semakin membesar sehingga sulit dikendalikan secara manual.
Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri dari Pos Grogol langsung bergerak menuju lokasi. Petugas berangkat sekitar pukul 23.51 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.04 WIB.
Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman menggunakan satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas melakukan penyemprotan sekaligus pendinginan di area yang terbakar guna memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas pembakaran di sekitar lahan.
Menurut Kaleb, pembakaran sisa material perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama apabila berdekatan dengan rumpun bambu, rumput kering, maupun material lain yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran begitu saja. Pastikan api benar-benar padam dan kondisi di sekitarnya aman, sehingga tidak merambat dan menimbulkan kebakaran,” ujar Kaleb.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas apabila api mulai sulit dikendalikan. Menurutnya, laporan yang dilakukan lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan dengan cepat sehingga potensi kerugian dapat ditekan.
Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan sesuai SOP, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan padam.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik luka ringan maupun luka berat. Kerugian material dilaporkan sekitar Rp500 ribu, sedangkan nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Kaleb menegaskan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran, khususnya ketika memasuki area yang memiliki banyak material mudah terbakar.
“Kewaspadaan bersama sangat penting. Jika melihat api yang berpotensi merambat dan tidak mampu dikendalikan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya.












