KEDIRI, Wartajatim.id — Respons cepat warga dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri berhasil mencegah kebakaran rumpun bambu di wilayah RT 01/RW 08, Dusun Kalilanang, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Minggu (27/9/2026) malam.
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 18.28 WIB setelah seorang warga yang melintas melihat adanya kobaran api pada rumpun bambu milik Erfian. Menyadari kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bahaya apabila api menjalar ke area di sekitarnya, warga segera melaporkan kejadian kepada Pos Damkar Kabupaten Kediri di Ngadiluwih.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas. Tim Damkar Pos Ngadiluwih berangkat menuju lokasi pada pukul 18.32 WIB dengan mengerahkan satu unit armada pemadam berkapasitas 2.500 liter, AG 8240 GP, serta lima personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.52 WIB. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman dan pengendalian terhadap titik api guna mencegah kemungkinan rambatan kebakaran ke area sekitar.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab munculnya api belum diketahui. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka, baik ringan maupun berat.
Sementara itu, kerugian materiil dalam kejadian tersebut diperkirakan nihil. Adapun nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengapresiasi respons masyarakat yang segera melaporkan kejadian sehingga petugas dapat melakukan penanganan lebih awal.
Menurutnya, kecepatan informasi dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penanggulangan kebakaran, terutama ketika api muncul di area yang memiliki material mudah terbakar seperti rumpun bambu.
“Begitu masyarakat melihat adanya api atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu api membesar karena semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” ujar Kaleb.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kobaran api sekecil apa pun. Kondisi lingkungan dan material kering dapat membuat api berkembang lebih cepat sehingga berpotensi mengancam lingkungan di sekitarnya.
Kaleb mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Termasuk memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran dan tidak meninggalkan sumber api di dekat material yang mudah terbakar.
“Jangan melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di sekitar lahan, rumpun bambu, semak-semak atau material kering. Pastikan tidak ada bara api yang masih menyala. Jika terjadi kebakaran dan api mulai membesar, utamakan keselamatan dan segera hubungi petugas,” pesannya.
Ia menegaskan, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
“Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat penting. Laporkan sedini mungkin apabila menemukan kejadian kebakaran agar dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tambahnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa laporan cepat masyarakat dan respons cepat petugas memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas. Dalam kejadian ini, penanganan berhasil dilakukan tanpa adanya korban jiwa maupun luka.
(Wartajatim.id)












