Ular Jali Masuk Rumah Warga di Pare, Damkar Bergerak Cepat Evakuasi Tanpa Korban

Ular Jali Masuk Rumah Warga di Pare, Damkar Bergerak Cepat Evakuasi Tanpa Korban

KEDIRI,Wartajatim.id – Warga di Jl. Sampean RT 001/RW 002, Dusun Pelem, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan keberadaan seekor ular yang masuk ke dalam rumah, Rabu (30/9/2026) sore.

Ular jenis Jali tersebut diketahui berada di dalam rumah milik Ibu Putri setelah dirinya turun dari lantai dua. Ular dengan panjang sekitar 30 sentimeter itu diduga masuk melalui celah pintu.

Menyadari adanya ular di dalam rumah, Ibu Putri kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri.

Petugas bergerak melakukan evakuasi pada pukul 16.03 WIB. Proses penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 16.10 WIB.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan peralatan keselamatan berupa penjepit ular dan sarung tangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman, baik bagi petugas maupun penghuni rumah.

Dengan penanganan petugas, ular tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam rumah sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan petugas, tidak ada warga maupun petugas yang mengalami luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia.

Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan berisiko ketika menemukan ular atau hewan yang berpotensi membahayakan di lingkungan rumah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan. Jika menemukan ular atau hewan yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan evakuasi dengan peralatan dan prosedur yang sesuai,” ujar Kaleb.

Menurutnya, keberadaan ular di sekitar permukiman perlu ditangani secara hati-hati. Masyarakat diharapkan tidak mencoba menangkap atau memegang ular secara langsung, terutama jika belum mengetahui jenis dan tingkat bahayanya.

Peristiwa di Desa Pelem ini sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat. Meski ular yang ditemukan berukuran relatif kecil, langkah evakuasi tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi aman setelah ular berhasil dievakuasi. Seluruh proses penanganan berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, memeriksa celah-celah yang berpotensi menjadi akses masuk hewan, serta segera meminta bantuan petugas apabila menemukan ular di dalam maupun sekitar rumah.

(Wartajatim.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *