KEDIRI, Wartajatim.id – Suasana Pondok Junuudul Musthofa di Dusun Mondo, Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendadak panik, Rabu (30/9/2026) petang. Sesaat setelah salat Magrib berjamaah, salah seorang santri melihat kobaran api membakar salah satu bangunan pondok.
Melihat kejadian tersebut, santri segera melaporkannya kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri. Laporan diterima sekitar pukul 17.54 WIB.
Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 17.57 WIB dan tiba sekitar pukul 18.09 WIB.
Petugas kemudian segera melakukan pemadaman. Sebanyak lima personel dikerahkan dengan satu unit armada Damkar berkapasitas 2.500 liter dengan nomor kendaraan AG 8240 GP.
Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat petugas harus bergerak cepat untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan pondok lainnya.
Berdasarkan informasi awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu penerangan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas melakukan pemadaman sesuai standar operasional prosedur (SOP). Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman sekitar pukul 20.05 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Sementara itu, bangunan pondok lainnya berhasil diselamatkan sehingga kobaran api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengimbau masyarakat, khususnya pengelola pondok dan tempat pendidikan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat bersumber dari instalasi listrik.
«“Kami mengimbau seluruh masyarakat, termasuk pengelola pondok dan tempat pendidikan, untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru dilakukan pemeriksaan. Jika ditemukan kabel, lampu, sakelar atau instalasi listrik yang bermasalah, segera lakukan penanganan agar tidak menimbulkan risiko kebakaran,” ujar Kaleb.»
Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam upaya penanganan kebakaran.
«“Kecepatan informasi sangat penting. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak melakukan pemadaman dan mencegah api meluas. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan mengutamakan keselamatan ketika menghadapi situasi darurat,” tambahnya.»
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang dihuni banyak orang dan memiliki sejumlah ruangan atau bangunan yang berdekatan.
Pemeriksaan jaringan listrik secara berkala, memastikan penggunaan instalasi sesuai standar, serta tidak membebani satu sumber listrik secara berlebihan menjadi langkah pencegahan yang penting untuk mengurangi risiko kebakaran.
Respons cepat Tim Damkar Kabupaten Kediri dalam kejadian tersebut berhasil mengendalikan api sebelum menjalar lebih luas. Setelah proses pemadaman selesai, situasi di Pondok Junuudul Musthofa dan lingkungan sekitarnya kembali aman.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian material ditaksir sekitar Rp30 juta. (Dk)












