Lahan Tebu di Kepung Terbakar, Api Merembet ke Rumpun Bambu, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Lahan Tebu di Kepung Terbakar, Api Merembet ke Rumpun Bambu, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

KEDIRI, Wartajatim.id – Kebakaran melanda lahan tebu milik warga di Dusun Kebonduren, Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jumat (2/10/2026) siang. Kobaran api tidak hanya membakar tanaman tebu, tetapi juga merembet hingga ke rumpun bambu yang berada di atas jurang.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.14 WIB setelah Kepala Desa Kebonrejo, Yoni Widarto, menerima informasi dari warga mengenai adanya lahan tebu di wilayah perbatasan desa yang terbakar.

Mendapat laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi. Petugas berangkat sekitar pukul 14.20 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 14.38 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar area lahan tebu dan meluas ke rumpun bambu yang berada di atas jurang. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara cepat dan terukur agar api tidak semakin meluas ke area di sekitarnya.

Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare kemudian melakukan pemadaman menggunakan satu unit armada pemadam kebakaran dengan nomor kendaraan AG 8157 EP. Sebanyak enam personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas melakukan penanganan sesuai prosedur operasional standar (SOP) hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan.

Berdasarkan laporan petugas, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Baik korban luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia tercatat nihil.

Sementara itu, lahan tebu yang terbakar diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp100 juta. Hingga laporan dibuat, tidak terdapat nilai aset yang dilaporkan berhasil diselamatkan.

Terkait penyebab kebakaran, berdasarkan informasi awal dari lapangan, api diduga berasal dari sisa daun tebu yang kering. Namun, penyebab tersebut masih sebatas dugaan berdasarkan laporan kejadian dan belum merupakan kesimpulan hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api maupun melakukan pembakaran di area lahan yang memiliki banyak material kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di sekitar lahan yang terdapat daun tebu kering, rumput, maupun material mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet apabila kondisi lahan kering dan terdapat angin,” ujar Kaleb.

Ia menegaskan, respons cepat petugas pemadam kebakaran menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api semakin meluas. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau kebakaran agar dapat segera ditangani petugas.

“Begitu melihat adanya kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau pemerintah desa. Kecepatan informasi sangat membantu petugas untuk segera menuju lokasi dan melakukan pemadaman,” tambahnya.

Kebakaran lahan tersebut akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material sementara ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak menyepelekan keberadaan material kering di sekitar lahan, terutama pada kondisi yang memungkinkan api mudah menyebar. Pencegahan dan pelaporan dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *