KEDIRI,Wartajatim.id – Kepulan asap dan kobaran api sempat terlihat di lahan tebu milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang berada di Dusun Babatan, Desa Babatan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jumat (2/10/2026).
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 10.10 WIB setelah adanya laporan dari seorang warga bernama Eka. Mendapat informasi tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi.
Satu unit armada pemadam dengan kapasitas 2.500 liter beserta empat personel diberangkatkan sekitar pukul 10.15 WIB. Petugas tiba di lokasi pada pukul 10.39 WIB dan segera melakukan penanganan agar kobaran api tidak meluas ke bagian lahan lainnya.
Berdasarkan laporan petugas, api diketahui tiba-tiba menyala di area lahan tebu yang berada di pinggir jalan raya. Kondisi tersebut membuat penanganan perlu dilakukan dengan cepat, mengingat tanaman tebu yang berada di sekitar titik kebakaran berpotensi ikut terbakar apabila api merambat.
Petugas kemudian melakukan pemadaman menggunakan armada Pos Ngadiluwih. Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP) pada pukul 12.14 WIB.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan kecepatan laporan dan respons petugas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Penanganan kami lakukan sesuai SOP dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan agar api tidak merambat ke area tanaman tebu lainnya,” ujar Kaleb.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya titik api, khususnya di lahan pertanian yang memiliki material mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan api sekecil apa pun, terutama di lahan yang terdapat tanaman kering. Jika menemukan kebakaran, segera laporkan kepada petugas sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” tambahnya.
Dari kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp80 juta, sementara nilai tanaman tebu yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp60 juta.
Tidak ada laporan korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 12.14 WIB. Setelah memastikan api benar-benar padam dan kondisi di sekitar lokasi aman, petugas menyelesaikan operasi pemadaman dan meninggalkan lokasi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat, terlebih ketika terjadi di area yang ditumbuhi tanaman atau material yang mudah terbakar. Respons cepat masyarakat dalam menyampaikan laporan menjadi salah satu faktor penting agar api dapat segera ditangani sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.(Dk)












