KEDIRI, Wartajatim.id — Pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Bagi masyarakat, kehadiran justru terasa ketika ada persoalan yang membutuhkan perhatian, ketika kebutuhan harus disampaikan, dan ketika sebuah kesulitan membutuhkan kerja bersama untuk mencari jalan keluar.
Pesan tersebut mengemuka dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Kediri.
Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan, jajaran TNI akan terus berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat serta hadir sesuai kebutuhan di wilayah.
“Apapun yang rakyat butuhkan, di situlah kita hadir,” kata Dhavid saat ditemui di Yonif 521, Jalan Ahmad Yani, Kota Kediri, Senin (5/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan mengenai komitmen TNI dalam menjalankan tugas kewilayahan. Kehadiran prajurit tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat sesuai tugas dan kewenangannya.
Kebutuhan masyarakat di setiap wilayah memiliki persoalan yang berbeda. Ada persoalan akses air, kondisi tempat tinggal, sarana penghubung, hingga lingkungan yang membutuhkan perhatian.
Menurut Dhavid, sejumlah program TNI telah diarahkan untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut.
Di antaranya melalui TNI Manunggal Air, pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), pembangunan pompa hidram, serta kegiatan penghijauan.
Selain itu, jajaran TNI juga turut membantu pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pembangunan jembatan di sejumlah wilayah.
Program dan kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan TNI dalam mendukung masyarakat di tingkat kewilayahan.
Namun, bagi Dhavid, pengabdian tidak dapat berjalan sendiri. Keterlibatan TNI tetap membutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat.
Karena itu, masyarakat Kediri Raya diminta tidak ragu menyampaikan persoalan maupun kebutuhan yang dihadapi kepada aparat kewilayahan.
Menurut Dhavid, komunikasi dengan masyarakat penting agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diketahui dan selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait sesuai tugas dan kewenangannya.
“Apabila ada keluhan-keluhan, silakan laporkan kepada kita. Selain kepada pemerintah daerah, insyaallah kita bisa membantu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dua arah. Masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan, sementara aparat kewilayahan dapat membantu mengoordinasikan persoalan tersebut sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing.
Tidak semua persoalan otomatis menjadi kewenangan TNI. Namun, ketika dibutuhkan koordinasi maupun dukungan sesuai tugasnya, keberadaan aparat kewilayahan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi bersama.
Momentum HUT ke-81 TNI juga menjadi pengingat pentingnya sinergi antarlembaga.
Dhavid menekankan perlunya memperkuat kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kondisi wilayah sekaligus mendukung berbagai kepentingan masyarakat.
“Artinya penguatan sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, persoalan yang muncul di masyarakat memiliki karakter yang beragam. Karena itu, penyelesaiannya tidak selalu dapat dilakukan oleh satu pihak.
Masing-masing institusi memiliki tugas dan kewenangan. Koordinasi menjadi jembatan agar setiap persoalan dapat ditangani dengan melibatkan pihak yang tepat.
Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.
HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Tema tersebut membawa pesan tentang pentingnya hubungan antara TNI dan rakyat. Namun, semangat “bersama rakyat” tidak cukup hanya disampaikan dalam sebuah seremoni.
Di tingkat kewilayahan, semangat tersebut perlu diterjemahkan melalui komunikasi, kepedulian, keterlibatan, dan kerja sama dengan masyarakat serta pemerintah daerah.
Dhavid menegaskan jajaran TNI di wilayah Kediri akan terus menjaga komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Bagi prajurit yang bertugas di wilayah, mengenali kondisi masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kewilayahan. Sementara bagi masyarakat, komunikasi yang terbuka memberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi.
Pada akhirnya, makna HUT ke-81 TNI di Kediri bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah institusi. Ada pesan pengabdian yang ingin terus dijaga: ketika masyarakat membutuhkan perhatian, komunikasi dibuka; ketika persoalan membutuhkan koordinasi, semua pihak mengambil peran sesuai kewenangannya.
Sebab, seperti ditegaskan Dandim 0809/Kediri:
“Apapun yang rakyat butuhkan, di situlah kita hadir.”
Kalimat tersebut menjadi penutup sekaligus pesan utama dari momentum HUT ke-81 TNI—bahwa kedekatan dengan rakyat bukan hanya tentang berada di tengah masyarakat, tetapi juga tentang mau mendengar, berkomunikasi, dan bekerja bersama ketika masyarakat membutuhkan.(Dk)












