KEDIRI, Wartajatim.id – Kepulan asap dari kawasan bambu di Dusun Pilang Bango, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Selasa (6/10/2026) siang, membuat warga segera mengambil langkah. Api yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah merambat ke daun-daun bambu kering hingga memicu kebakaran.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB di lahan bambu milik Sodik, warga RT 04/RW 03, Desa Tarokan.
Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Tarokan, kebakaran bermula ketika api dari pembakaran sampah merambat ke material kering di sekitar lokasi. Rumpun bambu dan daun kering menjadi material yang mudah terbakar sehingga api perlu segera ditangani agar tidak meluas.
Kasi Pelayanan Desa Tarokan, Harianto, yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Informasi itu menjadi awal penanganan bersama untuk mencegah kobaran api menjalar ke area lain.
Mendapat informasi tersebut, unsur tiga pilar Desa Tarokan bergerak melakukan koordinasi di lapangan. Personel Polsek Tarokan bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan petugas pemadam kebakaran bersinergi dalam proses penanganan.
Dari jajaran kepolisian, Padal Aiptu Candra Hermawan, S.H., yang juga menjabat Kanit Propam, bersama KA SPKT Aiptu Sugiarto Andik P., mendatangi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan penanganan berjalan dengan baik.
Sementara dari unsur TNI, Babinsa Desa Tarokan Sertu Agung turut hadir di lokasi. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari sinergi tiga pilar dalam membantu pengamanan serta koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Dari unsur pemerintah desa, Kasun Pilang Bango, Pak Agus, turut berada di lokasi untuk membantu koordinasi dengan warga serta memberikan informasi terkait kondisi di sekitar titik kebakaran.
Personel kepolisian bersama Babinsa dan perangkat desa melakukan pengamanan di sekitar lokasi, memantau perkembangan api, sekaligus memastikan masyarakat tetap berhati-hati selama proses pemadaman berlangsung.
Tidak berselang lama, Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan teknis terhadap titik api.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku mengendalikan kobaran yang mengenai kawasan bambu. Dengan dukungan koordinasi dari kepolisian, Babinsa, pemerintah desa dan masyarakat, proses pemadaman berlangsung aman dan lancar hingga api berhasil dikendalikan.
Berdasarkan laporan awal, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap informasi yang disampaikan masyarakat.
Menurut pesan Kapolres, masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan. Karena itu, setiap laporan warga perlu ditindaklanjuti dengan cepat serta dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan dan kemampuan penanganan sesuai jenis kejadian.
“Setiap laporan masyarakat merupakan informasi penting. Polri harus hadir dan memberikan respons secara cepat, tepat dan bertanggung jawab. Ketika terjadi suatu kejadian, koordinasi dengan masyarakat maupun instansi terkait menjadi bagian penting agar penanganannya dapat dilakukan secara efektif,” demikian pesan Kapolres Kediri Kota melalui Kapolsek Tarokan.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan hukum. Dalam situasi tertentu, polisi juga dituntut mampu menjadi bagian dari respons awal ketika masyarakat menghadapi kejadian yang membutuhkan penanganan segera.
Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo mengatakan, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” terus dikedepankan dalam pelaksanaan tugas di wilayahnya.
Menurutnya, kedekatan polisi dengan masyarakat dibangun melalui komunikasi dan kehadiran nyata ketika warga membutuhkan.
“Polisi bersama masyarakat bukan hanya sebuah tagline, tetapi bagaimana kami hadir ketika masyarakat membutuhkan. Laporan warga kami tindak lanjuti, kemudian kami berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan dapat ditangani bersama,” ujar AKP Priyo.
Ia menilai, kecepatan informasi dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu petugas menentukan langkah penanganan.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun lingkungan.
Di balik kejadian tersebut, kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah.
Api yang terlihat kecil dapat berubah menjadi persoalan apabila berada dekat dengan daun kering, rumpun bambu, lahan kosong atau material lain yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Jangan sampai bara yang masih menyala tertiup angin dan merambat ke material yang mudah terbakar,” pesan AKP Priyo.
Menurutnya, pencegahan dapat dimulai dari hal sederhana. Masyarakat cukup memastikan lokasi pembakaran aman, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan dan segera melapor apabila terjadi kebakaran.
Penanganan kebakaran di Dusun Pilang Bango memperlihatkan bahwa keselamatan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Warga memberikan informasi. Pemerintah desa melalui Kasun Pilang Bango Pak Agus membantu koordinasi di wilayah. Babinsa Desa Tarokan Sertu Agung turut memperkuat sinergi di lapangan. Polsek Tarokan hadir untuk melakukan pengamanan dan koordinasi, sedangkan Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol menjalankan penanganan teknis terhadap api.
Sinergi tersebut menjadi gambaran nyata kerja bersama antara unsur TNI, Polri, pemerintah desa, Damkar dan masyarakat dalam menghadapi kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan lingkungan.
Rangkaian penanganan tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap kejadian di tengah masyarakat tidak berdiri sendiri. Ada kepedulian warga, ada koordinasi pemerintah desa, ada kehadiran Babinsa dan kepolisian, serta ada kemampuan teknis petugas pemadam kebakaran.
Di sinilah makna “Polisi Bersama Masyarakat” menemukan bentuknya: bukan sekadar kata-kata, melainkan hadir melalui komunikasi, respons dan kerja bersama di lapangan.
Polsek Tarokan memastikan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan dengan pendekatan yang responsif dan humanis, sekaligus mengajak warga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan serta keselamatan lingkungan.
Sebab, sering kali pencegahan sebuah kejadian besar berawal dari tindakan sederhana—seorang warga yang peduli, sebuah laporan yang cepat, koordinasi tiga pilar yang solid, dan petugas yang segera hadir.(Dk)












