Logistik Melaju Lewat Rel, KAI Daop 7 Madiun Tembus 23.446 Ton

Logistik Melaju Lewat Rel, KAI Daop 7 Madiun Tembus 23.446 Ton

MADIUN, Wartajatim.id – Jalur rel tak hanya menjadi lintasan perjalanan penumpang. Di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, pergerakan logistik melalui kereta api sepanjang 2026 justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Hingga 30 September 2026, KAI Daop 7 Madiun mencatat realisasi angkutan barang mencapai 23.446 ton. Capaian tersebut jauh melampaui program tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 2.130 ton, dengan pertumbuhan mencapai 1.100 persen.

Lonjakan tersebut tidak terlepas dari sejumlah aktivitas angkutan yang berlangsung selama periode Januari hingga September 2026. Salah satunya adalah pengiriman Kereta Luar Biasa (KLB) INKA, termasuk pengiriman rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari Madiun menuju Depok serta dari Probolinggo menuju Madiun.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan peningkatan volume angkutan barang salah satunya dipengaruhi oleh aktivitas pengiriman KLB INKA tersebut.

“Tren positif ini sangat dipengaruhi oleh adanya angkutan KLB INKA berupa pengiriman KLB KRL dari Madiun-Depok (Trainset 6 dan 7) serta pengiriman KLB KRL dari Probolinggo-Madiun (Trainset ke-8),” kata Tohari, Selasa (6/10/2026).

Namun, kontribusi terhadap capaian tersebut tidak hanya datang dari pengiriman KLB INKA. Layanan Parcel One Night Services (ONS) dan Barang Hantaran Paket (BHP) juga menjadi bagian dari aktivitas angkutan barang KAI Daop 7 Madiun.

Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, KA Parcel ONS menjadi penyumbang volume terbesar dengan 11.318 ton. Selanjutnya angkutan KLB INKA mencapai 5.632 ton, angkutan dinas dan satker sebanyak 4.309 ton, serta angkutan BHP sebesar 2.155 ton.

Komposisi tersebut menunjukkan beragamnya kebutuhan angkutan barang yang dilayani melalui jaringan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun. Mulai dari pengiriman paket hingga kebutuhan pengangkutan rangkaian KRL, seluruhnya menjadi bagian dari aktivitas logistik yang tercatat sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Bagi KAI Daop 7 Madiun, pertumbuhan volume angkutan barang bukan hanya persoalan mengejar peningkatan jumlah tonase. Keandalan layanan, keselamatan perjalanan, serta kelancaran operasional tetap menjadi aspek yang harus berjalan beriringan.

Karena itu, KAI Daop 7 Madiun terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas layanan angkutan barang. Langkah tersebut antara lain dilakukan dengan memastikan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api serta meningkatkan keandalan sarana dan prasarana pendukung.

Tohari menyebut peningkatan kualitas pelayanan tersebut merupakan komitmen KAI Daop 7 Madiun dalam memberikan layanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

“Upaya peningkatan yang telah dilakukan dan akan terus dikembangkan menjadi komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk menghadirkan service excellence yang memberikan nilai tambah bagi layanan angkutan barang yang selamat, aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya.

Capaian 23.446 ton hingga Triwulan III 2026 menjadi catatan tersendiri bagi KAI Daop 7 Madiun. Pertumbuhan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kereta api tidak hanya memiliki peran dalam mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari rantai distribusi barang.

Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan angkutan barang akan sangat bergantung pada kemampuan operator dalam menjaga keandalan layanan, keselamatan perjalanan dan ketepatan waktu. Bagi pelanggan, aspek tersebut menjadi faktor penting ketika memilih moda transportasi untuk mendukung kebutuhan distribusi.

KAI Daop 7 Madiun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan kebutuhan angkutan barang melalui layanan kereta api.

Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan KAI dapat menghubungi Contact Center KAI melalui 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi @KAI121.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *