Amankan Lirboyo Bersholawat, TNI-Polri Perketat Penyekatan di Perbatasan Kediri–Nganjuk

Amankan Lirboyo Bersholawat, TNI-Polri Perketat Penyekatan di Perbatasan Kediri–Nganjuk

KEDIRI, Wartajatim.id – Memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Tarokan bersama Koramil 0809/05 Grogol memperketat pengamanan melalui penyekatan di wilayah perbatasan Kediri–Nganjuk, Kamis (8/10/2026) malam. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus mendukung kelancaran kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam rangkaian Festival Santri Nusantara.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pesilat dari berbagai daerah. Tingginya mobilitas masyarakat yang menuju lokasi kegiatan menjadi salah satu perhatian petugas dalam mengantisipasi potensi kerawanan, menjaga ketertiban, serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Penyekatan di wilayah perbatasan menjadi bagian dari pengamanan terpadu untuk memantau mobilitas masyarakat dan mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Sebagai jalur penghubung antardaerah, perbatasan Kediri–Nganjuk menjadi salah satu titik strategis yang mendapat perhatian aparat selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan TNI-Polri bersiaga di sejumlah titik perbatasan untuk memantau situasi dan aktivitas masyarakat yang melintas. Pemeriksaan serta pemantauan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan dengan tetap mengedepankan sikap profesional, humanis, dan menghormati hak masyarakat.

Selain melaksanakan penyekatan, jajaran Polsek Tarokan juga melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian. Langkah ini bertujuan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kemungkinan gesekan antarperguruan silat yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Peran kepolisian dalam pengamanan tersebut tidak hanya berfokus pada pengawasan jalur perbatasan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui pemantauan situasi, koordinasi dengan unsur TNI, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mencegah potensi konflik berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Petugas juga mengedepankan komunikasi dengan kelompok masyarakat dan para pemuda agar tidak mudah terprovokasi, menjaga persaudaraan, serta menghormati pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Dengan langkah tersebut, pengamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.

Dalam kegiatan itu, petugas turut mengamankan beberapa pemuda yang diketahui berasal dari Kabupaten Nganjuk untuk diberikan edukasi dan arahan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini dengan mengedepankan pembinaan secara persuasif. Penanganan terhadap para pemuda dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali dan mengantisipasi potensi kesalahpahaman.

Petugas mengingatkan agar para pemuda menjaga ketertiban, mematuhi arahan aparat, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perselisihan. Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga upaya menjaga keamanan dapat berjalan seiring dengan pemeliharaan hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dan sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.

“Penyekatan dan patroli di wilayah perbatasan merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Kami bersama TNI berupaya melakukan pemantauan dan pencegahan sejak dini, sehingga masyarakat yang mengikuti Lirboyo Bersholawat maupun yang beraktivitas di sekitar wilayah pengamanan dapat merasa aman dan nyaman,” ujar AKP Priyo Hadistyo.

Ia menegaskan, kepolisian juga mengedepankan langkah persuasif melalui pemberian imbauan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pemuda dan anggota perguruan silat, agar bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para pesilat dari berbagai daerah, untuk menjaga persaudaraan, menghormati satu sama lain, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari kita jaga bersama agar kegiatan keagamaan ini berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapsiagaan aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat mengutamakan kepentingan bersama serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Sinergi Polsek Tarokan dan Koramil 0809/05 Grogol menjadi bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah perbatasan yang menjadi jalur mobilitas masyarakat. Melalui penyekatan, patroli, penyisiran, dan komunikasi persuasif, aparat berupaya meminimalkan potensi kerawanan sekaligus memastikan kegiatan masyarakat berlangsung dengan tertib.

Masyarakat yang melintas di perbatasan Kediri–Nganjuk maupun yang hendak menghadiri Lirboyo Bersholawat diimbau mematuhi arahan petugas, mengutamakan keselamatan perjalanan, serta tidak menyebarkan atau mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Melalui pengamanan terpadu tersebut, Polsek Tarokan bersama Koramil 0809/05 Grogol berupaya mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif selama rangkaian Lirboyo Bersholawat. Sinergi aparat, kedewasaan para pesilat, serta partisipasi masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persaudaraan dan mewujudkan suasana damai di wilayah Kediri dan sekitarnya.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *