Lahan Tebu di Tarokan Terbakar, Damkar Kabupaten Kediri Bergerak Cepat Jinakkan Api

Lahan Tebu di Tarokan Terbakar, Damkar Kabupaten Kediri Bergerak Cepat Jinakkan Api

KEDIRI, Wartajatim.id – Kebakaran melanda lahan tebu milik Masroji di Dusun Kerep, Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Kamis (8/10/2026) petang. Api yang diketahui telah membesar sempat menghanguskan area tanaman tebu seluas sekitar 2.650 meter persegi sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di wilayah RT 01/RW 01 Dusun Kerep. Tim Damkar Pos Grogol menerima laporan dari seorang warga bernama Widi sekitar pukul 17.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera bersiap dan berangkat menuju lokasi pada pukul 17.53 WIB.

Hanya berselang beberapa menit, armada Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 17.58 WIB. Sebanyak lima personel diterjunkan menggunakan satu unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi AG 8156 EP untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di sekitar lahan tebu tersebut. Saat mengetahui api sudah membesar, pengendara itu segera memberitahukan kejadian kepada warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas Damkar Kabupaten Kediri agar penanganan dapat segera dilakukan.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman sesuai standar operasional prosedur (SOP). Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lain di sekitarnya.

Setelah melalui proses penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Dalam laporan petugas, tidak terdapat korban luka ringan, luka berat, maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Hingga laporan ini disusun, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Karena itu, sumber awal munculnya api belum dapat disimpulkan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama di area lahan pertanian yang memiliki tanaman mudah terbakar.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak menganggap remeh potensi kebakaran, khususnya di lahan pertanian. Apabila masyarakat melihat munculnya api atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujar Kaleb.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar lahan pertanian maupun permukiman.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan. Penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dalam melakukan pencegahan serta menyampaikan informasi sejak dini,” tambahnya.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran tersebut diperkirakan mengakibatkan kerugian material sekitar Rp15 juta. Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp10 juta.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut tetap menjadi perhatian karena berdampak pada lahan pertanian milik warga.

Kecepatan informasi dari masyarakat dan respons petugas menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian ini. Warga diharapkan tidak menunggu api membesar sebelum melapor, sehingga potensi dampak kebakaran dapat ditekan sejak awal.

Damkar Kabupaten Kediri mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk melindungi lahan pertanian, harta benda, dan lingkungan sekitar.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *