Lupa Padamkan Tungku Kayu, Dapur Warga Ngadiluwih Terbakar, Aset Rp300 Juta Terselamatkan

Lupa Padamkan Tungku Kayu, Dapur Warga Ngadiluwih Terbakar, Aset Rp300 Juta Terselamatkan

KEDIRI, Wartajatim.id – Kelalaian memastikan tungku kayu benar-benar padam setelah digunakan untuk memasak air diduga memicu kebakaran dapur milik Supriyanto, warga Dusun Rembang, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2026) siang. Berkat laporan cepat warga dan respons petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri, api berhasil dipadamkan sebelum penanganan dinyatakan selesai pukul 12.34 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp15 juta. Sementara itu, aset senilai kurang lebih Rp300 juta dilaporkan berhasil diselamatkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana di dapur dapat berujung pada risiko serius apabila sumber api ditinggalkan tanpa pengawasan.

Berdasarkan laporan hasil penanganan Damkar Kabupaten Kediri, kebakaran diketahui ketika seorang warga yang melintas melihat api di bagian dapur rumah Supriyanto. Warga tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Pos Damkar Kabupaten Kediri di Ngadiluwih.

Laporan diterima sekitar pukul 12.05 WIB. Tim Damkar Pos Ngadiluwih bergerak menuju lokasi pada pukul 12.07 WIB dan tiba sekitar pukul 12.13 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas. Sebanyak lima personel dikerahkan dengan satu unit armada pemadam berkapasitas 2.500 liter bernomor kendaraan AG 8240 GP.

Berdasarkan laporan tersebut, proses pemadaman berlangsung hingga pukul 12.34 WIB. Api berhasil dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Kecepatan warga menyampaikan informasi menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian ini. Laporan yang segera diterima petugas memungkinkan tim bergerak menuju lokasi tanpa menunggu api berkembang lebih jauh.

Dalam laporan awal, kebakaran diduga berawal dari tungku kayu yang tidak dimatikan setelah digunakan untuk memasak air. Sumber api yang masih menyala atau bara yang tersisa berpotensi memicu kebakaran ketika berada dekat material yang mudah terbakar.

Meski demikian, penyebab tersebut tetap perlu dipahami sebagai dugaan berdasarkan laporan kejadian dan bukan kesimpulan pemeriksaan teknis yang telah dipastikan.

Kejadian di Dusun Rembang ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan tungku tradisional. Setelah memasak, masyarakat perlu memastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur.

Tungku juga sebaiknya ditempatkan jauh dari benda mudah terbakar, sementara kayu bakar dan material lain perlu disimpan dengan aman. Apabila api telanjur membesar, penghuni rumah hendaknya segera menjauh dari area berbahaya dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Laporan penanganan mencatat estimasi kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp15 juta. Di sisi lain, aset dengan nilai perkiraan Rp300 juta dilaporkan berhasil diselamatkan.

Tidak terdapat korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Meski api telah berhasil dipadamkan, kerugian material yang muncul menjadi pengingat bahwa kebakaran rumah tangga bukan persoalan sepele. Selain berpotensi merusak bangunan dan barang milik warga, kebakaran juga dapat mengancam keselamatan penghuni apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, pemeriksaan terhadap sumber api setelah memasak perlu menjadi kebiasaan setiap keluarga. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko kebakaran sekaligus melindungi keselamatan penghuni dan harta benda.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, perlu dikonfirmasi mengenai imbauan pencegahan kebakaran rumah tangga serta pentingnya kewaspadaan saat menggunakan tungku kayu.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan saat menggunakan sumber api di rumah. Pastikan tungku benar-benar padam setelah selesai memasak dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Pencegahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari agar risiko kebakaran dapat diminimalkan,” ujarnya.

Pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan masyarakat, mulai dari memastikan sumber api aman hingga segera melaporkan kejadian ketika menemukan tanda-tanda kebakaran. Kesiapsiagaan petugas perlu didukung kesadaran warga agar risiko kebakaran dan dampaknya dapat ditekan.

Kebakaran dapur di Dusun Rembang berakhir tanpa korban jiwa setelah petugas Damkar Kabupaten Kediri menyelesaikan pemadaman. Namun, estimasi kerugian Rp15 juta menunjukkan bahwa dampak kebakaran tetap dapat membebani pemilik rumah.

Peristiwa ini menyampaikan pesan penting: jangan meninggalkan tungku kayu sebelum api dan bara benar-benar padam. Kebiasaan memeriksa kembali kondisi dapur mungkin terlihat sederhana, tetapi merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran di lingkungan rumah tangga.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *