Cegah Kenakalan Remaja hingga Kejahatan 3C, Polsek Pesantren Rangkul Warga Lewat Subuh Keliling

Cegah Kenakalan Remaja hingga Kejahatan 3C, Polsek Pesantren Rangkul Warga Lewat Subuh Keliling

KEDIRI KOTA, Wartajatim.id – Upaya menjaga keamanan wilayah membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran petugas di tengah masyarakat. Kesadaran warga, kepedulian keluarga, serta komunikasi yang terbangun dengan baik menjadi fondasi penting untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.

Pendekatan itulah yang dilakukan jajaran Polsek Pesantren Polres Kediri Kota melalui program Quick Wins Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al Amal, Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Sabtu (7/11/2026).

Dipimpin langsung Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 03.30 WIB tersebut tidak hanya diisi dengan salat Subuh berjamaah, tetapi juga dimanfaatkan untuk berdialog dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan warga Kelurahan Betet mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula personel Polsek Pesantren bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Betet Aiptu Sulaiman.

Di tengah suasana kebersamaan seusai ibadah, Kompol Siswandi mengajak masyarakat melihat keamanan lingkungan sebagai tanggung jawab yang harus dibangun secara kolektif. Menurutnya, kepolisian membutuhkan keterlibatan warga agar berbagai persoalan sosial maupun potensi kriminalitas dapat diantisipasi lebih awal.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja. Ia mengingatkan bahwa keluarga mempunyai peran besar dalam membentuk perilaku sekaligus memastikan pergaulan generasi muda tetap berada dalam lingkungan yang positif.

Orang tua diimbau lebih memperhatikan keberadaan putra-putrinya, terutama setelah waktu salat Isya. Anak-anak diharapkan tidak menghabiskan waktu hingga larut malam di luar rumah tanpa tujuan yang jelas.

Pengawasan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan potensi kenakalan remaja, perkelahian antarkelompok, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.

Kompol Siswandi menegaskan, persoalan yang melibatkan generasi muda tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian. Perhatian orang tua, lingkungan pergaulan, lembaga pendidikan, serta masyarakat sekitar harus berjalan beriringan.

Dalam keterangannya, Kapolsek Pesantren menyebut kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu sarana membangun hubungan yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat.

“Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Kami ingin membangun silaturahmi, mempererat hubungan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga. Semangatnya adalah Polisi Bersama Masyarakat, karena menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.

Selain persoalan generasi muda, perhatian juga diarahkan pada penguatan keamanan lingkungan melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

Menurut Kompol Siswandi, kewaspadaan warga menjadi salah satu langkah penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Terlebih, tindak kriminalitas seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C perlu diantisipasi melalui kepedulian bersama.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian terhadap berbagai modus penipuan online yang semakin memanfaatkan media sosial dan perkembangan teknologi digital.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengaktifkan Siskamling, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas 3C, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai hoaks maupun isu yang mengandung unsur SARA merusak kerukunan dan persatuan yang selama ini sudah terjaga,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, warga turut diingatkan agar lebih cermat menyikapi informasi mengenai perkembangan situasi nasional yang beredar di media sosial, termasuk pemberitaan terkait pemberantasan korupsi dan berbagai isu yang menyangkut keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masyarakat diminta mengedepankan sikap kritis dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain. Sikap tersebut diperlukan agar informasi yang tidak terverifikasi tidak berkembang menjadi kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Kompol Siswandi mendorong warga agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing. Komunikasi antara masyarakat dan kepolisian diharapkan terus terjalin, terutama ketika ditemukan aktivitas mencurigakan atau indikasi gangguan keamanan.

Ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi, keluhan, maupun laporan melalui Bhabinkamtibmas setempat. Selain itu, warga juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

“Kami berharap masyarakat tidak sungkan untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun permasalahan yang berkaitan dengan keamanan di lingkungannya. Apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas, segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas atau manfaatkan layanan Call Center Polri 110. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan bisa lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti,” harapnya.

Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat harus terus dipelihara melalui komunikasi dua arah. Dengan demikian, kehadiran polisi tidak hanya dirasakan ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan pendampingan di tengah kehidupan masyarakat.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat agar situasi kamtibmas tetap terjaga. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin terus hadir, mendengar, melayani, dan bersinergi dengan warga demi terwujudnya wilayah Kecamatan Pesantren yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.

Melalui program Quick Wins Subuh Keliling, Polsek Pesantren berupaya menghadirkan pola pendekatan kepolisian yang mengedepankan kedekatan sosial, komunikasi, dan kemitraan dengan masyarakat.

Kegiatan di Masjid Al Amal, Kelurahan Betet, tersebut berlangsung lancar, tertib, aman, dan terkendali.

Dari kegiatan ini, pesan yang ingin dibangun tidak hanya sebatas pentingnya menjaga kamtibmas, tetapi juga menguatkan kesadaran bahwa lingkungan yang aman berawal dari keluarga yang peduli dan masyarakat yang saling menjaga.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *