KEDIRI,Wartajatim.id– Mushola, gereja, hingga pura berdiri berdekatan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Keberadaan tiga tempat ibadah tersebut menjadi gambaran kerukunan warga yang hidup berdampingan di tengah perbedaan agama dan kepercayaan.
Kerukunan itu pula yang ingin terus dijaga masyarakat Besowo. Dalam pertemuan bersama Forum Sedulur Lintas Iman dan Perguruan di SDN 2 Besowo, Sabtu (7/11/2026) malam, Kepala Dusun Besowo Timur, Itarya Siswana Kritiana Wibowo, menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat yang beragam selama ini berjalan harmonis. Ia menyebut kehadiran berbagai unsur lintas agama dalam satu lingkungan menjadi bukti kuatnya toleransi warga.
“Kami di Besowo hidup berdampingan dengan berbagai agama dan kepercayaan. Keberadaan mushola, gereja, dan pura yang berdekatan menjadi gambaran bahwa toleransi di sini terjalin dengan baik. Kami berharap kerukunan ini terus terjaga,” ungkap Itarya.
Kondisi tersebut mendapat apresiasi Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. dan jajaran. Menurutnya, kebersamaan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan dalam menjaga kondusivitas wilayah. Perbedaan yang ada justru perlu menjadi ruang untuk saling menghormati dan memperkuat kepedulian.
Selain mengapresiasi kerukunan warga, Kapolres memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mendengar langsung persoalan dan masukan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak dan mencegah penyalahgunaan narkoba.
Penggunaan telepon seluler dan media sosial turut menjadi perhatian agar anak tidak mudah terpapar hoaks maupun penipuan daring. Masyarakat juga diajak membudayakan tertib berlalu lintas serta menjauhi balap liar dan aktivitas geng motor.
“Partisipasi warga juga penting dalam memberikan informasi, kami terbuka terhadap laporan maupun informasi dari masyarakat. Jika ada gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian, segera laporkan melalui layanan 110 yang dapat diakses secara gratis 24 jam,” tegas AKBP Latif.
Melibatkan ratusan peserta dari berbagai latar belakang, kegiatan ini mempertemukan tokoh agama Islam, Hindu, Kristen, penghayat Sapta Darma, serta perwakilan perguruan PSHW, PSHT, dan PN. Rangkaian acara turut diisi penampilan tari jaranan anak-anak Putra Agung Wijaya, dialog bersama Kapolres, serta doa lintas agama.
Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri terus membangun komunikasi langsung dengan warga. Aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memahami persoalan di lingkungan masyarakat sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.












