Kediri — Wartajatim.id || Ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya bengkoang. Saat curah hujan mulai berkurang, petani harus lebih intensif melakukan perawatan agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga hingga memasuki masa panen.
Aktivitas itu terlihat di lahan pertanian bengkoang Dusun Tangkilan Kidul, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Bhabinkamtibmas Desa Padangan Polsek Pagu Polres Kediri turut mendampingi petani saat melakukan penyiraman dan perawatan tanaman sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Selain membantu di lahan, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan petani mengenai kondisi tanaman dan langkah-langkah perawatan yang perlu dilakukan selama musim kering. Kecukupan air dinilai menjadi perhatian utama karena berpengaruh terhadap perkembangan umbi dan kualitas hasil panen.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pagu AKP Kalis Joewasono, S.H., mengatakan keberhasilan sektor pertanian ditentukan oleh konsistensi perawatan yang dilakukan sejak awal masa tanam.
“Produktivitas pertanian sangat dipengaruhi perawatan tanaman di lapangan. Pendampingan ini diharapkan dapat memberi motivasi kepada petani untuk terus menjaga kondisi tanaman sehingga hasil yang diperoleh nantinya bisa lebih optimal,” kata AKP Kalis.
Menurut Beliau, kehadiran personel kepolisian di tengah petani merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga produktivitas pertanian masyarakat. Komunikasi yang terjalin juga membantu mempercepat penyampaian berbagai informasi maupun kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin, tanaman bengkoang diharapkan dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil yang baik saat masa panen tiba, sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis potensi pertanian lokal.












