​Ketika Amarah Tak Menyelesaikan Luka: Rumah Kediri Diduga Dibakar Mantan, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar

​Ketika Amarah Tak Menyelesaikan Luka: Rumah Kediri Diduga Dibakar Mantan, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar

​KEDIRI – Wartajatim.id || Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik warga di Dusun Mangunrejo, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Kamis (16/7/2026) dini hari. Api diduga sengaja disulut oleh mantan suami pemilik rumah yang sebelumnya sempat mendatangi lokasi kejadian.

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.08 WIB tersebut sempat mengejutkan warga sekitar. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kobaran api bermula ketika terduga pelaku menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) ke arah sepeda motor yang berada di dalam rumah. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bagian bangunan rumah.

​Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, melalui Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga bernama Erma pada pukul 02.05 WIB.

​”Tim Damkar segera merespons laporan tersebut dan tiba di lokasi pada pukul 02.20 WIB dengan mengerahkan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter beserta enam personel,” ujar Kaleb dalam laporannya.

​Proses pemadaman berlangsung intensif selama lebih dari dua jam. Tim Damkar berhasil menjinakkan si jago merah pada pukul 04.30 WIB sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

​Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, kerugian material yang ditimbulkan cukup fantastis. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1.000.000.000, sementara aset yang berhasil diselamatkan dari amukan api ditaksir bernilai Rp 200.000.000.

​Menanggapi motif pemicu insiden yang berasal dari konflik rumah tangga ini, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan pesan dengan nada penuh haru dan reflektif. Ia mengajak masyarakat untuk melihat bahwa tidak ada masalah yang selesai dengan api.

​”Melihat reruntuhan ini, hati saya sangat sedih. Di balik kerugian material yang besar, ada luka batin yang jauh lebih dalam. Persoalan keluarga memang berat, namun membakar rumah tidak akan pernah bisa membakar tuntas luka di hati. Amarah sesaat ini justru hanya akan menyisakan penyesalan seumur hidup bagi semua pihak,” ujar Kaleb dengan nada prihatin.

​Ia menambahkan, “Kita semua adalah manusia yang tidak luput dari khilaf dan rasa sakit. Namun, saya memohon kepada seluruh warga Kediri, sesakit apa pun hati Anda, seberat apa pun beban perpisahan, jangan biarkan api kebencian merenggut akal sehat kita. Mari kita pilih jalan damai, libatkan keluarga atau pihak yang bijak untuk menengahi. Jangan biarkan amarah menghancurkan masa depan dan orang-orang yang pernah kita cintai.”

​Kaleb juga mengingatkan pentingnya saling menjaga sesama warga. “Kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Mari kita saling merangkul, lebih peduli terhadap kondisi emosional orang di sekitar kita, dan senantiasa mengutamakan komunikasi sebelum amarah mengambil alih kendali. Keamanan dan kedamaian lingkungan adalah milik kita bersama, yang harus kita jaga dengan kesabaran, bukan dengan penghancuran,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi pasti dan motif di balik tindakan nekat tersebut.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *