KEDIRI — Wartajatim.id || Tradisi lokal mendapat panggung dalam Parade Cikar Pemkab Kediri ke-V Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (22/8/2026). Mengambil rute dari Taman Arca Totok Kerot hingga Bank BPD Kabupaten Kediri, parade tersebut diikuti unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
Mewakili Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., Kabaglog Polres Kediri Kompol Kus Sumardi, S.H., M.H., turut mengikuti parade bersama unsur Forkopimda dan kepala OPD Kabupaten Kediri. Pemberangkatan ditandai pemukulan gong oleh Sekda Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin, M.AP, dilanjutkan perjalanan rombongan menggunakan cikar hingga garis finis.
Cikar dalam parade ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan ingatan terhadap tradisi lokal sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut merawatnya. Rangkaian kegiatan juga diisi pemberian penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam parade budaya tersebut.
Kompol Kus Sumardi menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar tradisi daerah tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.
“Tradisi akan terus hidup ketika masyarakat masih merasa dekat dan punya ruang untuk terlibat. Parade seperti ini memberi kesempatan bagi generasi sekarang untuk mengenal budaya daerah dengan cara yang lebih nyata,” jelas Beliau.
Bagi Polres Kediri, kegiatan budaya juga membuka ruang interaksi yang lebih cair antara kepolisian dan masyarakat. Komunikasi yang terbangun dari ruang-ruang seperti ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Kedekatan dengan masyarakat perlu dibangun di banyak ruang. Ketika komunikasi berjalan baik, kepolisian juga lebih mudah memahami apa yang tumbuh dan berkembang di tengah warga,” kata Beliau.
Kehadiran Polri dalam Parade Cikar ke-V menjadi bagian dari upaya merawat komunikasi tersebut, sembari memberi dukungan pada kegiatan masyarakat yang mengangkat identitas dan budaya lokal Kabupaten Kediri.












